BONE, NALARMEDIA.ID – Kabupaten Bone mulai memanaskan persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2027.
Sebanyak 120 peserta mengikuti seleksi MTQ XXXV tingkat Kabupaten Bone yang resmi dibuka Wakil Bupati (Wabup) Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., (AAP) di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bone, Ahad (1 November 2026).
Seleksi yang berlangsung selama tiga hari, 1–3 November 2026, ini menjadi momentum penting untuk menjaring qari dan qariah, hafiz dan hafizah, serta peserta terbaik dari berbagai cabang lomba yang akan dipersiapkan mewakili Kabupaten Bone pada ajang MTQ tingkat provinsi mendatang.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Penaiszawa) Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan, Dr. H. Mulyadi Iskandar, S.E., M.M., Kepala Kantor Kemenag Bone Dr. H. Ahmad Yani, S.Ag., M.Ag., Kabag Kesra Setda Bone, Ketua BAZNAS Bone, serta Kabag Perencanaan Polres Bone.
Kepala Kantor Kemenag Bone, Ahmad Yani, mengungkapkan bahwa pelaksanaan seleksi tahun ini sengaja dipercepat sebagai bentuk evaluasi terhadap penyelenggaraan MTQ sebelumnya.
Menurutnya, keterlambatan pelaksanaan seleksi tingkat kabupaten pada tahun lalu menjadi salah satu catatan penting. Apalagi, pada pelaksanaan MTQ sebelumnya, Kabupaten Bone belum berhasil menembus 10 besar tingkat Sulawesi Selatan.
“Ini menjadi bahan evaluasi bagi kita semua. Karena itu, seleksi tahun ini dilaksanakan lebih awal agar pembinaan dan persiapan peserta bisa dilakukan secara maksimal,” ungkapnya.
Dia menyebutkan, sekitar 120 peserta ambil bagian dalam seleksi MTQ XXXV. Jumlah tersebut diharapkan menjadi peluang untuk menemukan bibit-bibit unggul yang mampu bersaing dan membawa nama Kabupaten Bone ke tingkat provinsi.
Ahmad Yani juga berharap dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan dan pelaksanaan MTQ semakin diperkuat.
Meski persiapan anggaran masih dalam tahap penyusunan, pihaknya tetap berkomitmen menyelenggarakan seleksi sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi keagamaan daerah.
Sementara itu, Kepala Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag Sulsel, Mulyadi Iskandar, yang hadir mewakili Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, menegaskan bahwa MTQ tidak boleh dimaknai sebatas perlombaan membaca Al-Qur’an.
Lebih dari itu, MTQ merupakan sarana membumikan Al-Qur’an melalui gerakan membaca, menghafal, memahami, dan mempelajari kandungan kitab suci tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, ajang MTQ juga menjadi wadah pembentukan karakter, mental, keberanian, ketenangan, serta kedisiplinan generasi muda.
Dia turut mengapresiasi potensi Kabupaten Bone yang selama ini telah melahirkan sejumlah peserta berprestasi di bidang Al-Qur’an.
Salah satunya Nurfaizah Amaliah yang pernah meraih predikat hafizah terbaik pertama 30 juz tingkat Sulawesi Selatan pada 2023.
Selain itu, prestasi di cabang tafsir Al-Qur’an juga menjadi kebanggaan tersendiri. Peserta asal Bone tercatat meraih juara pertama tafsir Al-Qur’an bahasa Arab saat mewakili DKI Jakarta pada tahun ini.
Wabup: Pembangunan Bone Bukan Hanya Jalan dan Jembatan
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menekankan bahwa pembangunan daerah tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata.
Menurutnya, kemajuan sebuah daerah harus berjalan beriringan dengan pembangunan sumber daya manusia, penguatan keimanan, serta pembentukan akhlak masyarakat.
Dia mengapresiasi Kementerian Agama, BAZNAS, dan seluruh pihak yang selama ini mengambil bagian dalam pembangunan Kabupaten Bone, khususnya dalam memperkuat kehidupan keagamaan.
Andi Akmal menilai, pembangunan jalan, jembatan, dan berbagai infrastruktur memang penting. Namun, pembangunan karakter dan kualitas moral masyarakat juga harus menjadi perhatian serius pemerintah.
“Jangan hanya pembangunan fisik yang kita pikirkan, seperti jalan dan jembatan. Pembangunan sumber daya manusia, peningkatan keimanan, dan pembentukan akhlak masyarakat juga harus menjadi perhatian kita bersama,” sebut Wabup dalam sambutannya.
Dia juga mendorong penguatan sinergi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, Kementerian Agama, BAZNAS, pesantren, hingga para ustaz dan guru mengaji.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memperluas pembinaan keagamaan sekaligus meningkatkan kemampuan masyarakat dalam membaca dan memahami Al-Qur’an.
Tak hanya itu, Andi Akmal berharap putra-putri Bone yang memiliki potensi di bidang tilawatil Qur’an maupun cabang lainnya tetap membela daerah sendiri dalam berbagai kompetisi.
Menurutnya, talenta-talenta muda tersebut perlu mendapatkan pembinaan berkelanjutan agar prestasi yang telah diraih dapat dipertahankan, bahkan ditingkatkan.
Melalui seleksi MTQ XXXV ini, Pemerintah Kabupaten Bone berharap dapat melahirkan generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Targetnya jelas, Kabupaten Bone mampu tampil lebih kompetitif pada MTQ tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2027, sekaligus memperkuat syiar Islam dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. (red)















