BONE, NALARMEDIA.ID – Tak ada yang menyangka, pekerjaan menebang kayu yang selama ini menjadi bagian dari keseharian Andi Jafar Mangesa justru menjadi aktivitas terakhir dalam hidupnya.
Lelaki yang dikenal pekerja keras, tangguh, dan jarang mengeluhkan sakit itu mengembuskan napas terakhir pada Ahad (1 November 2026).
Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga dan masyarakat Desa Samaenre, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone.
Andi Jafar Bin Puang Esa bukan sosok asing bagi warga setempat. Ia dikenal sebagai tokoh masyarakat sekaligus mantan Kepala Dusun Ulu Tabba, Desa Samaenre.
Semasa hidupnya, ia dikenal sebagai pribadi yang mengandalkan kerja keras untuk menjalani kehidupan. Peluh yang mengalir dari tubuhnya menjadi bagian dari perjuangan memenuhi kebutuhan keluarga.
Namun, takdir berkata lain.
Hari itu, setelah menyelesaikan pekerjaan menebang kayu di bawah terik matahari, Andi Jafar tiba-tiba mengalami pusing hebat. Kondisi tubuhnya mendadak melemah hingga akhirnya terkulai.
Kabar kepergiannya datang begitu cepat. Sosok lelaki yang selama ini dikenal kuat dan tak pernah mengeluhkan penyakit itu kini telah tiada.
Rumah duka di Dusun Ulu Tabba pun berubah menjadi tempat berkumpulnya keluarga, kerabat, dan warga yang datang menyampaikan belasungkawa.
Di antara mereka, ada tiga anak yang harus menerima kenyataan pahit kehilangan sosok ayah.
Andi Anto, yang kini mengemban amanah sebagai Kepala Dusun Ulu Tabba, Andi Uni, serta Andi Rudi, harus merelakan kepergian orang yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan mereka.
Bagi seorang anak, kehilangan ayah bukan sekadar kehilangan anggota keluarga. Ada tempat bersandar, nasihat, kasih sayang, dan kenangan yang tak mungkin tergantikan.
Tangis keluarga yang pecah di rumah duka menjadi gambaran betapa beratnya perpisahan tersebut.
BupAAS Hadir di Tengah Duka
Di tengah suasana kehilangan itu, Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), datang menyampaikan belasungkawa secara langsung.
Didampingi Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si., Camat Bengo Asy’ari Pratama Hadipaty, S.STP., M.Si., serta Kepala Desa Samaenre, Bupati menyambangi kediaman almarhum.
Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bone tersebut menjadi bentuk perhatian dan empati pemerintah daerah kepada keluarga yang sedang berduka.
Dengan penuh kehangatan, Andi Asman menyampaikan ucapan belasungkawa, merangkul keluarga, dan duduk bersama mereka untuk memberikan penguatan.
Ia juga menyerahkan santunan sebagai bentuk kepedulian kepada keluarga almarhum.
Bagi keluarga yang sedang kehilangan, perhatian seperti itu tentu memiliki makna tersendiri. Di saat kesedihan terasa begitu berat, kehadiran orang-orang yang memberikan dukungan dapat menjadi penguat untuk perlahan menerima kenyataan.
Dalam kesempatan tersebut, BupAAS menyampaikan rasa duka mendalam atas kepergian Andi Jafar. Ia juga mengajak keluarga yang ditinggalkan agar tetap tabah dan ikhlas menghadapi cobaan.
Menurutnya, kepergian seseorang merupakan bagian dari ketentuan Allah SWT. Namun, kenangan, perjuangan, dan kebaikan yang ditinggalkan akan terus hidup dalam ingatan keluarga dan masyarakat.
BupAAS berharap santunan yang diberikan dapat sedikit membantu keluarga sekaligus menjadi wujud kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat yang membutuhkan perhatian.
Jejak Perjuangan Seorang Ayah
Kini, Andi Jafar memang telah pergi. Namun, cerita tentang kerja keras dan pengabdiannya kepada keluarga akan tetap hidup.
Ia meninggalkan tiga anak dengan perjalanan hidup masing-masing. Andi Anto yang melanjutkan pengabdian sebagai Kepala Dusun Ulu Tabba, serta Andi Uni dan Andi Rudi yang kini harus belajar menjalani hari-hari tanpa kehadiran sang ayah.
Mungkin tidak semua perjuangan Andi Jafar tercatat dalam lembaran penghargaan. Tidak pula semua pengorbanannya diketahui banyak orang.
Namun, bagi anak-anaknya, seorang ayah yang bekerja keras demi keluarga adalah sosok yang tak tergantikan.
Di Desa Samaenre, Minggu itu, kepergian Andi Jafar meninggalkan duka sekaligus pengingat tentang arti perjuangan, keluarga, dan kepedulian terhadap sesama.
Kunjungan Bupati Bone menjadi salah satu bentuk bahwa dalam kehidupan bermasyarakat, duka tidak seharusnya ditanggung sendirian.
Ada tangan yang menguatkan, ada bahu untuk bersandar, dan ada kepedulian yang membuat keluarga yang ditinggalkan merasa tetap memiliki saudara.
Selamat jalan, Andi Jafar Bin Puang Esa.
Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadahmu, mengampuni segala khilaf, dan menempatkanmu di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga anak-anak dan keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan.
Sebab, seseorang mungkin telah pergi dari dunia, tetapi perjuangan dan kasih sayangnya akan selalu tinggal di hati orang-orang yang mencintainya. (red)















