BONE, NALARMEDIA.ID – Kabupaten Bone tak ingin sekadar menjadi tuan rumah yang sukses pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026.
Lebih dari itu, Bumi Arung Palakka membidik tahta tertinggi dengan ambisi merebut gelar juara di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Ambisi besar itu ditegaskan langsung Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), saat mengukuhkan sekaligus melepas kontingen Kabupaten Bone di Halaman Rumah Jabatan Bupati Bone, Senin (2 November 2026).
Di hadapan ratusan atlet dan ofisial, BupAAS bahkan melontarkan tantangan yang membakar semangat perjuangan.
Ia meminta para atlet tidak terpaku pada target 92 medali emas maupun posisi dua besar. Menurutnya, Bone harus berani membidik posisi puncak.
“Seperti yang disampaikan Ketua Kontingen tadi, target 92 medali emas. Saya berharap jangan hanya 92, kalau bisa semuanya. Begitu juga target posisi kedua, jangan berhenti di urutan kedua. Kita harus berjuang untuk menjadi yang pertama,” seru BupAAS yang disambut gemuruh tepuk tangan hadirin.
Pernyataan tersebut menjadi suntikan motivasi bagi kontingen Bone yang akan berjuang pada Porprov XVIII Sulsel 2026, 7–14 November mendatang.
Kabupaten Bone bersama Kabupaten Wajo dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan pesta olahraga tersebut.
Pengukuhan dan pelepasan kontingen turut dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Bone Hj. Maryam Andi Asman, Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M. (AAP), Wakil Ketua TP PKK Hj. Maya Damayanti Andi Akmal, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
1.148 Personel, 762 Atlet Siap Tempur
Ketua Kontingen Porprov XVIII Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa Bone menurunkan kekuatan sebanyak 1.148 orang. Jumlah tersebut terdiri atas 762 atlet serta 386 pelatih dan ofisial.
Dari total kekuatan itu, sebanyak 745 orang akan bertanding maupun bertugas di Kabupaten Bone, sedangkan 403 lainnya ditempatkan di Kabupaten Wajo.
Kontingen Bone akan berpartisipasi dalam 42 cabang olahraga. Sebanyak 26 cabang olahraga dipertandingkan di Bone dan 16 cabang olahraga di Wajo, termasuk empat cabang olahraga ekshibisi, yakni pickleball, lari trail, soft tenis, dan ORADO.
Edy menjelaskan, persiapan kontingen telah dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi pemerintah daerah, panitia, dan KONI. Tim pemantau cabang olahraga bahkan telah dibentuk sejak Juni 2025 dan kembali diformulasi pada 2026 untuk memastikan kesiapan atlet menghadapi kompetisi.
“Pada umumnya, seluruh cabang olahraga telah melaksanakan pemusatan latihan sejak awal Oktober 2026. Kami juga terus melakukan pemantauan dan pendampingan agar kesiapan atlet, pelatih, serta ofisial benar-benar maksimal saat menghadapi pertandingan,” jelasnya.
Tidak hanya latihan fisik dan strategi pertandingan, kebutuhan pendukung kontingen juga telah dipersiapkan. Mulai perizinan atlet dan ofisial, seragam defile, perlengkapan pertandingan, transportasi hingga akomodasi, semuanya dikoordinasikan bersama pihak terkait.
Target 92 Emas, Bidik Lompatan Prestasi
Ambisi Bone menjadi juara umum bukan tanpa alasan. Daerah ini memiliki catatan prestasi yang cukup menjanjikan dalam dua edisi Porprov sebelumnya.
Pada Porprov XVI di Pinrang tahun 2018, Bone berhasil mengumpulkan 27 medali emas dan menempati posisi empat besar. Sementara pada Porprov XVII di Sinjai-Bulukumba tahun 2022, Bone kembali mempertahankan prestasinya dengan raihan 26 medali emas.
Kini, Bone ingin melakukan lompatan prestasi yang jauh lebih besar.
Target 92 medali emas telah ditetapkan sebagai sasaran kontingen pada Porprov XVIII Sulsel 2026. Dengan target tersebut, Bone membidik posisi dua besar klasemen akhir.
“Target 92 medali emas ini merupakan hasil dari persiapan dan evaluasi yang telah dilakukan. Kami memohon dukungan seluruh masyarakat Bone agar para atlet dapat berjuang maksimal dan membawa pulang prestasi terbaik,” ungkap Edy.
Namun, BupAAS menginginkan target tersebut menjadi pijakan untuk melangkah lebih jauh. Ia menilai mentalitas juara harus tertanam dalam diri setiap atlet sejak sebelum pertandingan dimulai.
BupAAS: Kekompakan dan Konsentrasi Kunci Kemenangan
Dalam arahannya, Bupati Andi Asman mengingatkan bahwa kemenangan tidak hanya ditentukan kemampuan individu. Kekompakan tim, semangat juang, dan konsentrasi menjadi faktor penting dalam menghadapi persaingan.
“Semangat itu mengalahkan segalanya. Kekompakan adalah kunci, sementara konsentrasi menjadi penentu kemenangan. Karena itu, jaga kebersamaan dan fokus pada setiap pertandingan,” pesannya.
Ia juga meminta seluruh atlet menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, perjuangan mengharumkan nama daerah harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan tetap menghormati lawan.
“Bertandinglah secara profesional dan sportif. Tanamkan dalam diri bahwa saya adalah atlet yang akan mengharumkan nama Kabupaten Bone. Bawa nama daerah ini dengan penuh kebanggaan dan berikan kemampuan terbaik,” tandasnya.
Pengukuhan dan pelepasan kontingen ditandai dengan penyerahan bendera pataka kepada Ketua Kontingen Kabupaten Bone. Prosesi tersebut disaksikan unsur Forkopimda, para asisten, staf ahli, kepala OPD, camat, kepala bagian, jajaran pengurus KONI, ketua cabang olahraga, pelatih, atlet, ofisial, serta tamu undangan lainnya.
Dengan kekuatan 762 atlet, persiapan yang telah dimatangkan, serta dukungan pemerintah daerah dan masyarakat, Bone kini bersiap menghadapi pertarungan besar Porprov XVIII Sulsel 2026.
Bukan sekadar mengejar 92 medali emas. Bukan pula hanya ingin finis di posisi kedua. Bone datang dengan satu tekad besar: merebut mahkota juara umum dan mengukir sejarah baru olahraga di Bumi Arung Palakka! (*)















