BupAAS Tak Biarkan Ikon Watampone Kusam! Turun Langsung Percantik Tugu Air Mancur

Di tengah kesibukan pemerintah membangun berbagai infrastruktur, BupAAS justru menyempatkan diri turun langsung melihat kondisi salah satu ikon perkotaan tersebut, Selasa (3 November 2026).
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA.ID – Ada yang menarik dari langkah Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.Si (BupAAS), dalam membenahi wajah Kota Watampone.

Perhatiannya kali ini tertuju pada sebuah bangunan yang mungkin sudah begitu akrab di mata masyarakat, tetapi menyimpan nilai tersendiri bagi identitas daerah: Tugu Air Mancur.

Di tengah kesibukan pemerintah membangun berbagai infrastruktur, BupAAS justru menyempatkan diri turun langsung melihat kondisi salah satu ikon perkotaan tersebut, Selasa (3 November 2026).

Mengenakan jersey putih, BupAAS berjalan kaki mengamati setiap sudut bangunan.

Ia tidak sekadar datang untuk melihat, tetapi ingin memastikan proses rehabilitasi berjalan sesuai harapan dan mampu menghadirkan perubahan nyata bagi wajah ibu kota Kabupaten Bone.

Bagi BupAAS, mempercantik kota bukan semata-mata perkara membangun gedung megah atau menghadirkan proyek infrastruktur berskala besar. Ada hal-hal sederhana yang justru memiliki arti penting, seperti merawat fasilitas umum, memperbaiki ruang publik, dan menghidupkan kembali ikon daerah yang mulai kehilangan daya tariknya.

Tugu Air Mancur menjadi salah satu perhatian tersebut.

“Pembenahan ini diharapkan mampu mengembalikan daya tarik Tugu Air Mancur sebagai salah satu penanda kawasan perkotaan sekaligus memperindah wajah Watampone,” ungkap Andi Asman.

Namun, ada pemandangan lain yang membuat kunjungan kali ini terasa lebih dari sekadar inspeksi pembangunan.

Di sela-sela peninjauan, BupAAS menunjukkan kepeduliannya kepada para pekerja yang sedang berjibaku memperbaiki tugu. Ia bahkan membantu dengan membelikan peralatan yang dibutuhkan pekerja untuk mendukung proses rehabilitasi.

Sebuah gestur sederhana, tetapi memperlihatkan bahwa perhatian terhadap pembangunan tidak hanya berhenti pada hasil akhir. Ada pula kepedulian terhadap orang-orang yang berada di balik proses pengerjaannya.

Sebab, di balik wajah kota yang indah, ada tangan-tangan pekerja yang setiap hari mencurahkan tenaga untuk mewujudkannya.

BupAAS memahami bahwa ruang publik merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat. Taman, tugu, jalan, dan fasilitas umum bukan sekadar pelengkap tata kota, melainkan ruang yang mencerminkan wajah sebuah daerah.

Ketika ruang publik terawat, masyarakat akan merasa lebih nyaman. Ketika ikon daerah tampil menarik, kebanggaan terhadap daerah pun dapat tumbuh.

Apalagi, Tugu Air Mancur merupakan salah satu titik yang cukup dikenal masyarakat Watampone. Keberadaannya bukan hanya elemen fisik perkotaan, tetapi juga bagian dari lanskap dan ingatan warga terhadap perkembangan Kota Bone.

Karena itu, rehabilitasi ini diharapkan tidak berhenti pada perbaikan fisik bangunan. Lebih dari itu, penataan kawasan perlu memperhatikan kebersihan, keindahan, fungsi, serta pemeliharaan secara berkelanjutan.

Bagi masyarakat yang setiap hari beraktivitas di Watampone, perubahan wajah kota tentu menjadi sesuatu yang dinantikan. Begitu pula bagi pengunjung dari luar daerah yang ingin melihat Bone sebagai kabupaten yang terus berbenah.

Langkah BupAAS ini sekaligus mengirimkan pesan bahwa membangun daerah tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Terkadang, perubahan justru lahir dari perhatian terhadap hal-hal kecil yang selama ini luput dari pandangan.

Tugu Air Mancur mungkin hanya satu titik di tengah Kota Watampone. Namun, ketika ikon tersebut kembali dipercantik dan dirawat dengan baik, ada harapan lebih besar yang ingin dihadirkan: Watampone yang semakin indah, tertata, nyaman, dan membanggakan.

Sebab, wajah sebuah kota bukan hanya ditentukan oleh megahnya pembangunan, tetapi juga oleh kesungguhan merawat apa yang telah dimiliki. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *