Tagihan Listrik Melonjak Saat Pemadaman Bergilir? PLN Sulselrabar Buka Suara, Ini Penjelasannya!

Suasana pelayanan pelanggan di kantor PLN UID Sulselrabar. PLN terus berkomitmen memberikan pelayanan yang mudah diakses serta terbuka terhadap masukan dan pengaduan masyarakat.
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA.ID – Keluhan masyarakat terkait kenaikan tagihan listrik di tengah pemadaman bergilir mulai mendapat perhatian PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat (UID Sulselrabar).

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pelanggan mengaku mengalami kenaikan tagihan listrik.

Kondisi tersebut menjadi sorotan karena pemadaman bergilir akibat manajemen beban sistem kelistrikan masih berlangsung di sejumlah wilayah.

Merespons keluhan tersebut, Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, menegaskan bahwa manajemen beban tidak secara langsung memengaruhi perhitungan tagihan listrik pelanggan.

Menurutnya, besaran tagihan listrik tetap mengacu pada jumlah energi yang digunakan masing-masing pelanggan.

“Manajemen beban tidak secara langsung memengaruhi perhitungan tagihan listrik karena tagihan didasarkan pada energi yang digunakan pelanggan,” jelas Niki, Selasa (3 November 2026).

Lantas, apa yang menyebabkan tagihan listrik sejumlah pelanggan meningkat?

Niki menjelaskan, salah satu faktor yang berpotensi memicu kenaikan konsumsi listrik adalah kondisi cuaca yang belakangan cenderung panas.

Suhu udara yang meningkat membuat masyarakat lebih sering menggunakan pendingin ruangan (AC), kipas angin, serta berbagai perangkat elektronik lainnya.

Peningkatan intensitas penggunaan peralatan listrik tersebut dapat berdampak pada bertambahnya konsumsi energi rumah tangga dan berujung pada kenaikan tagihan bulanan.

Meski demikian, PLN memastikan pencatatan pemakaian listrik dilakukan berdasarkan konsumsi energi masing-masing pelanggan.

Bagi masyarakat yang merasa mengalami kenaikan tagihan tidak wajar, PLN mempersilakan pelanggan mengajukan pengaduan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Pengaduan dapat disampaikan melalui aplikasi PLN Mobile maupun Contact Center PLN 123.

PLN juga mengimbau pelanggan memanfaatkan fitur Catat Meter (SwaCAM) di aplikasi PLN Mobile untuk mencatat pemakaian listrik secara mandiri.

Langkah ini diharapkan membantu memastikan kesesuaian pencatatan meter dengan konsumsi listrik pelanggan.

GM PLN Minta Maaf, Pemulihan Sistem Terus Dikebut

Di sisi lain, General Manager PLN UID Sulselrabar, Didik Wicaksono, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang dirasakan akibat kondisi kelistrikan belakangan ini.

Ia menegaskan, seluruh jajaran PLN terus bekerja melakukan upaya pemulihan sistem kelistrikan agar pasokan listrik kembali normal dan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Seluruh jajaran PLN terus berupaya agar kondisi kelistrikan segera pulih,” ujar Didik.

Ia juga memastikan pelayanan pelanggan, termasuk penanganan pengaduan terkait tagihan listrik, tetap menjadi perhatian PLN.

“Kami juga memastikan pelayanan kepada pelanggan, termasuk penanganan pengaduan tagihan listrik, tetap berjalan secara optimal,” tambahnya.

PLN berharap masyarakat dapat memberikan dukungan agar kondisi sistem kelistrikan segera membaik sehingga pasokan listrik kembali normal.

Di tengah keluhan masyarakat, transparansi informasi, ketepatan pencatatan meter, serta kecepatan penanganan pengaduan menjadi hal penting untuk menjaga kepercayaan pelanggan terhadap layanan kelistrikan. (rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *