BPJS Kesehatan Kolaborasi RS La Mappapenning Layani Masyarakat Bone

Laela Prih Hapsari, saat ditemui di ruangannya di RS Regional La Mappapenning, beberapa waktu lalu. (ist)
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA – Untuk mendukung penyelenggaraan program pemerintah agar optimal dimanfaatkan oleh masyarakat, BPJS Kesehatan hadir untuk mewujudkan sistem jaminan sosial yang berkeadilan.

Melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), BPJS Kesehatan memastikan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, mulai dari tingkat dasar hingga rujukan spesialistik, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dengan biaya kesehatan yang kerap menjadi beban.

Kolaborasi ini mencerminkan komitmen bersama dalam memberikan pelayanan terbaik bagi kesejahteraan bangsa.

Sejalan dengan hal tersebut, tercermin dengan hadirnya Rumah Sakit Regional La Mappapenning, yang terletak jauh dari ibu kota Kabupaten Bone dan diharapkan mampu menjadi alternatif rujukan bagi masyarakat yang ingin mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.

Kepala Bidang Pelayanan RS Regional La Mappapenning, Laela Prih Hapsari menyampaikan bahwa RS Regional La Mappapenning diharapkan dapat melayani masyarakat Ponre dan sekitar.

“Dalam hal pelayanan, tentu ada kendala yang tak terhindarkan. Namun kami punya trik-trik tersendiri dalam penyelesainnya. Kami juga selalu berupaya menjaga hubungan yang harmonis dengan FKTP dan stakeholder lainnya untuk memastikan layanan tetap optimal bagi peserta JKN,” ujar Laela.

Terkait isu ketersediaan obat, Laela menjelaskan bahwa rumah sakit memiliki metode sendiri untuk tetap menjaga pasokan obat tetap tersedia.

“Manajemen rumah sakit sudah punya metode yang efektif untuk menjaga ketersediaan obat-obatan. Dengan metode ini, sejauh ini kebutuhan pasien dapat terpenuhi dengan baik tanpa adanya kekurangan,” tambahnya.

Selain itu, Laela juga memberikan pandangan terkait status Kabupaten Bone yang sudah tidak lagi berstatus Universal Health Coverage (UHC) Non Cut-off.

Menurutnya, keputusan pemerintah daerah terkait hal tersebut pastinya telah melalui pertimbangan yang matang.

“Saya yakin keputusan ini diambil berdasarkan skala prioritas yang sudah dianalisis dengan baik. Namun, kami berharap agar pemerintah daerah lebih selektif dalam menentukan penerima bantuan iuran untuk dimasukkan ke dalam segmen PBPU Pemda,” ungkapnya.

Ia juga mengimbau agar pemerintah daerah lebih aktif memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya kalangan menengah ke atas, untuk mendaftarkan diri menjadi peserta JKN melalui segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Dengan begitu, alokasi bantuan dapat lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Dalam beberapa waktu terakhir, pernyataan viral dari beberapa dokter terkait klaim BPJS Kesehatan menjadi sorotan.

Menanggapi hal tersebut, Laela menegaskan bahwa banyak informasi yang beredar bersifat hoaks.

“Berdasarkan pengalaman kami dan diskusi langsung dengan BPJS Kesehatan, klaim yang dilakukan oleh rumah sakit selalu diproses sesuai prosedur. Tidak ada kendala berarti yang membuat pelayanan menjadi terganggu,” jelasnya.

Pelayanan JKN di RS Regional La Mappapenning telah dirasakan manfaatnya oleh banyak masyarakat di wilayah Bone dan sekitarnya.

Rumah sakit ini tidak hanya menjadi tempat pengobatan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi kesehatan yang berkelanjutan.

Komitmen manajemen rumah sakit untuk terus meningkatkan mutu pelayanan mendapat apresiasi dari berbagai pihak.

Peserta JKN, terutama mereka yang berasal dari kalangan menengah ke bawah, kini lebih mudah mendapatkan layanan kesehatan.

“Dengan adanya JKN, pasien tidak perlu khawatir terhadap biaya pengobatan yang mahal. Mereka bisa fokus pada proses penyembuhan tanpa beban finansial yang berat,” ungkap Laela.

BPJS Kesehatan bersama dengan RS Regional La Mappapenning terus berupaya memastikan bahwa layanan yang diberikan sesuai dengan standar yang ditetapkan. Hal ini dilakukan demi memberikan kepastian layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya mereka yang berada di wilayah terpencil.

Kehadiran RS Regional La Mappapenning diwilayah yang jauh dari pusat kota membuktikan bahwa pelayanan kesehatan berkualitas dapat tetap diberikan dengan kolaborasi antara rumah sakit, pemerintah daerah, dan BPJS Kesehatan.

Harapannya, hal seperti ini terus berjalan dan berkembang, memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.

“Kami semua adalah bagian dari sistem yang saling mendukung. Dengan kerja sama yang baik, saya yakin pelayanan kesehatan akan semakin baik dan merata di seluruh wilayah Indonesia,” pungkasnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *