Amure Edukasi Nilai Kebangsaan, Sosialisasi 4 Pilar Disambut Antusias di Kahu Bone

Semangat kebangsaan kembali digelorakan dari pelosok selatan Kabupaten Bone. Anggota MPR RI, Drs. H. Andi Muawiyah Ramly, yang akrab disapa Amure, sukses melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kelurahan Palattae, Kecamatan Kahu, pada Selasa (14 April 2026).
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Semangat kebangsaan kembali digelorakan dari pelosok selatan Kabupaten Bone. Anggota MPR RI, Drs. H. Andi Muawiyah Ramly, yang akrab disapa Amure, sukses melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kelurahan Palattae, Kecamatan Kahu, pada Selasa (14 April 2026).

Kegiatan ini mengangkat empat fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara, yakni Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sosialisasi kali ini secara khusus menyasar wilayah Kecamatan Kahu, salah satu daerah di Bone Selatan yang relatif jauh dari pusat pemerintahan kabupaten.

Sebanyak 150 peserta hadir dalam kegiatan tersebut, terdiri dari kepala desa, perangkat desa, lurah, tokoh masyarakat, perempuan, hingga pemuda. Antusiasme warga terlihat begitu tinggi, bahkan kapasitas aula kelurahan harus ditambah dengan kursi dari luar demi mengakomodasi peserta yang membludak.

Pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Selain untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil, kegiatan ini juga menjadi upaya memperkuat pemahaman kebangsaan hingga ke akar rumput.

Untuk mendukung pelaksanaannya, dibentuk panitia lokal yang diketuai oleh Andi Adil Fadli Lura, Anggota DPRD Bone Fraksi PKB dari daerah pemilihan Selatan.

“Animo masyarakat sangat besar, namun kami batasi sekitar 150 peserta sesuai arahan Bapak Amure, mengingat keterbatasan tempat,” kata Ketua Panitia.

Sejumlah kepala desa turut hadir, di antaranya H.A. Bahtiar (Kades Camillo), Andi Herman alias Andi Anto (Kades Balle), Mutawalli (Kades Matajang), H. Nurdin (Kades Mangenrang), Haris (Kades Lalepo), Rustan (Kades Biru), Awaluddin (Kades Pasaka), Andi Syarifuddin (Kades Labuaja), dan Andi Musa (Kades Carima). Hadir pula Lurah Palattae, Muhammad Akis, bersama tokoh masyarakat, perempuan, dan pemuda setempat.

Dalam pemaparannya, Amure menggunakan metode dialogis yang interaktif. Para peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga diajak berdiskusi dan mengelaborasi pemahaman mereka tentang pentingnya Pancasila sebagai dasar negara, UUD NRI 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan.

Suasana berlangsung hangat dan dinamis. Bahkan, pada sesi penutup, sejumlah kepala desa menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat digelar di desa masing-masing, guna memperluas pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai kebangsaan.

Sosialisasi ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga momentum mempererat kebersamaan serta meneguhkan komitmen menjaga keutuhan bangsa dari pelosok daerah. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *