Air Mata yang Terbayar: Saat Hak Petugas Kebersihan Bone Akhirnya Ditunaikan dengan Penuh Kepedulian

Wakil Bupati (Wabup) Bone, Andi Akmal Pasluddin memastikan seluruh hak petugas kebersihan dibayarkan secara penuh.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA – Rasa haru dan bahagia tak terbendung dari ratusan petugas kebersihan non-paruh waktu di lingkup Pemerintah Kabupaten Bone.

Penantian panjang yang sempat diliputi kecemasan akhirnya berbuah manis, setelah Wakil Bupati (Wabup) Bone, Andi Akmal Pasluddin memastikan seluruh hak mereka dibayarkan secara penuh.

Di balik senyum semringah itu, tersimpan kisah perjuangan para pejuang kebersihan yang selama ini tetap setia menjalankan tugasnya, bahkan ketika hak mereka belum diterima.

Kini, bukan hanya upah yang mereka genggam, tetapi juga perhatian tulus dari pemerintah.

Wujud kepedulian itu semakin terasa saat bantuan sembako disalurkan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bone dan Pimpinan Surya Indah sebagai muzakki, dalam kegiatan yang berlangsung di Masjid Al Markaz Al Ma’arif, Sabtu (18 April 2026).

Sebanyak 139 paket sembako diserahkan sebagai bentuk nyata solidaritas dan kasih kepada mereka yang setiap hari menjaga kebersihan kota.

Ketua Baznas Bone, Zainal Abidin menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen kemanusiaan.

Ia berharap zakat yang ditunaikan para muzakki benar-benar hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat semangat berbagi dan gotong royong.

Langkah cepat ini menjadi bukti nyata respons pemerintah pasca dialog terbuka di Lapangan Merdeka.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Andi Akmal Pasluddin menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran sebelumnya murni disebabkan kendala administratif.

Namun, atas arahan langsung Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, solusi segera dihadirkan melalui mekanisme PJLP demi memastikan para petugas tidak kehilangan pekerjaan.

“Ini bukan sekadar janji, tetapi bukti keseriusan kami. Gaji yang semula direncanakan cair satu bulan, langsung kita bayarkan rapel empat bulan sekaligus,” tegasnya.

Lebih dari sekadar angka, kebijakan ini adalah bentuk penghargaan atas dedikasi luar biasa para petugas kebersihan.

Mereka yang setiap dini hari, bahkan sejak pukul empat pagi, telah menyapu jalanan, mengangkut sampah, dan menjaga wajah kota tetap bersih—tanpa kenal lelah, bahkan dalam guyuran hujan.

“Ketika kita masih terlelap, mereka sudah bekerja. Mereka adalah orang-orang mulia yang menjaga lingkungan kita,” ungkap Andi Akmal dengan penuh empati.

Prestasi Kabupaten Bone meraih Adipura pun tak lepas dari peran mereka.

Penghargaan itu adalah buah dari keringat dan kerja keras yang sering kali luput dari perhatian.

Menutup arahannya, Wakil Bupati Bone mengingatkan agar kejadian serupa tidak terulang, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperjuangkan kesejahteraan para petugas kebersihan.

“Jangan lihat dari jumlah sembakonya, tetapi lihatlah ini sebagai bentuk cinta dan apresiasi. Selama Bapak dan Ibu masih ingin bekerja, kami akan terus memperjuangkan hak-hak Anda,” pungkasnya.

Hal itu, bukan sekadar pembagian bantuan atau pembayaran gaji. Itu adalah momen ketika keadilan ditegakkan, ketika kepedulian benar-benar dirasakan, dan ketika para pejuang kebersihan akhirnya mendapatkan penghormatan yang selama ini layak mereka terima. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *