MAKASSAR, NALARMEDIA — Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Nurul Ilmi Universitas Negeri Makassar (UNM) kembali menyelenggarakan Program Layanan Keummatan Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Pelatihan Bina Keislaman serta penyerahan bantuan dana zakat kepada masyarakat, Sabtu (18/04/2026).
Kegiatan ini menjadi pembuka dari rangkaian program sosial-keagamaan yang akan berlangsung selama April hingga Mei 2026.
Ketua UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM, Dr. H. Kulasse Kanto, M.Pd, menyampaikan bahwa pelaksanaan hari pertama difokuskan pada pembinaan keislaman sebagai fondasi utama sebelum memasuki kegiatan lainnya.
“Hari ini kita melaksanakan Bina Keislaman. Selanjutnya akan dilaksanakan berbagai kegiatan lanjutan yang telah dijadwalkan,” ujarnya.
Adapun rangkaian kegiatan dalam Program Layanan Keummatan UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM Tahun 2026 meliputi:
- Pelatihan Bina Keislaman (Sabtu–Ahad, 18–19 April 2026)
- Pelatihan Pemberdayaan Masjid dan Digital Fundraising (Selasa–Rabu, 21–22 April 2026)
- Pelatihan Thibbun Nabawi (Kamis, 23 April 2026)
- Pemeriksaan Kesehatan Umum dan Gigi (Ahad, 26 April 2026)
- Pelatihan Bimbingan Konseling (BK) Karir (Selasa, 28 April 2026)
- Sunatan Massal (Sabtu, 3 Mei 2026)
Lebih jauh H. Kulasse Kanto mengatakan
selain kegiatan pelatihan dan layanan kesehatan, pada hari pembukaan juga dilakukan penyaluran dana zakat dalam bentuk bantuan tunai kepada para mustahik, seperti ibnu sabil, masyarakat yang sedang sakit, serta para lansia di lingkungan kampus.
“Program ini merupakan kegiatan berkelanjutan yang setiap tahunnya menghadirkan inovasi baru. Tahun ini, layanan Thibbun Nabawi seperti bekam dan ruqyah menjadi salah satu program unggulan yang впервые dilaksanakan, bersamaan dengan penguatan layanan konseling karier dan pemeriksaan kesehatan gigi,” Dr. Kulasse.
Dr. Kulasse menjelaskan bahwa dana zakat yang disalurkan berasal dari para muzakki, baik yang menunaikan zakat selama bulan Ramadan maupun yang berkontribusi secara rutin setiap bulan.
Dana tersebut dikelola bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan sebagian besar dikembalikan untuk program keummatan di lingkungan masjid.
“Total dana yang terkumpul mencapai lebih dari Rp141 juta, dan sekitar 70 persen dikembalikan untuk dikelola dalam berbagai program sosial dan pembinaan masyarakat,” jelasnya.
Selain itu, UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM juga terus mengembangkan program pemberdayaan ekonomi, seperti kegiatan hidroponik yang telah berjalan selama tiga tahun terakhir dan kini mulai menunjukkan hasil panen yang nyata.
Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama UPZ dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah setempat, serta partisipasi aktif masyarakat dan jamaah masjid.
Melalui program ini, UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM tidak hanya berfokus pada penyaluran zakat, tetapi juga pada pembinaan umat, penguatan remaja masjid, serta pemberdayaan masyarakat di lingkungan kampus.
“Semoga ke depan semakin banyak muzakki yang berpartisipasi, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tutupnya. (rls/red).















