BONE, NALARMEDIA — Komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam memperkuat ekonomi kerakyatan terus menunjukkan hasil nyata.
Di bawah kepemimpinan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman bersama Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bone, Muhammad Rusdi, menegaskan bahwa keberpihakan pemerintah daerah terhadap UMKM menjadi faktor kunci berkembangnya sektor tersebut.
“UMKM ikut andil besar dalam kontribusi pembangunan daerah, termasuk dalam peningkatan PAD Kabupaten Bone,” ungkapnya, Selasa (21 April 2026).
Menurut Rusdi, Bupati Bone Andi Asman Sulaiman memberikan perhatian serius terhadap pertumbuhan UMKM dengan membuka ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.
Kebijakan yang diambil tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan pelaku UMKM di lapangan.
Peran kepemimpinan ini kemudian diperkuat dengan pengawalan intensif dari Dinas Perdagangan Kabupaten Bone yang terus hadir mendampingi, menata, dan memastikan aktivitas UMKM berjalan tertib serta berkelanjutan.
Salah satu bentuk konkret pengawalan tersebut terlihat dalam pengelolaan kawasan UMKM di Lapangan Merdeka Watampone.
Dinas Perdagangan menjadi leading sector yang aktif melakukan penataan sekaligus menggandeng lintas instansi seperti Satpol PP, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bone.
Melalui kolaborasi ini, kawasan UMKM ditata lebih rapi, bersih, dan nyaman, sehingga tidak hanya meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan pendapatan pelaku usaha.
“Pengawalan ini penting agar UMKM tidak hanya tumbuh, tetapi juga berkembang secara terarah dan memberikan kontribusi nyata bagi daerah,” tambah Rusdi.
Dengan sinergi kuat antara kepemimpinan Bupati Bone dan pengawalan teknis dari Dinas Perdagangan, UMKM di Kabupaten Bone kini semakin kokoh sebagai penggerak ekonomi lokal sekaligus penopang PAD yang berkelanjutan. (red)















