BONE, NALARMEDIA — Di tengah denyut kehidupan masyarakat Kabupaten Bone, ada kisah yang tumbuh dari ruang sederhana—pelataran masjid—yang kini menjelma menjadi ruang harapan bagi para pelaku usaha kecil.
Di sanalah, perhatian pemerintah tidak sekadar menjadi wacana, tetapi hadir nyata, menyapa, dan menguatkan.
Ketua UMKM La Mesra BERAMAL, Adnan Nur Al Madany, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepedulian Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Bupati Andi Asman Sulaiman (BupAAS) bersama Wakil Bupati Andi Akmal Pasluddin.
Baginya, dukungan ini bukan sekadar fasilitas, melainkan bukti nyata keberpihakan kepada ekonomi rakyat kecil.
“Saya selaku Ketua UMKM La Mesra BERAMAL berterima kasih banyak kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Bone dan seluruh pihak terkait, termasuk instansi vertikal serta pengurus masjid, atas support yang luar biasa kepada kami sebagai pelaku UMKM,” tutur sosok yang akrab disapa Pak Ustaz di kalangan pelaku usaha, Rabu (22 April 2026).
Apa yang dilakukan Pemkab Bone, kata Owner Roemah ADEEM Bone _Telur Gulung Aby menjadi gambaran komitmen yang tidak setengah hati.
Di bawah kepemimpinan BupAAS, arah pembangunan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh nadi ekonomi kerakyatan—memberi ruang, membuka peluang, dan menumbuhkan kemandirian.
Salah satu langkah nyata itu hadir di pelataran Masjid Agung Al Markaz Al Ma’arif. Tempat yang selama ini menjadi pusat kegiatan keagamaan kini juga menjadi ladang rezeki bagi para pelaku UMKM.
Momentum keberangkatan dan penjemputan jemaah calon haji yang menghadirkan keramaian dimanfaatkan sebagai peluang emas untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bone, Muhammad Rusdi, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk konkret kehadiran pemerintah dalam membuka akses usaha seluas-luasnya bagi masyarakat.
Tidak hanya memberi ruang, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kontribusi bersama melalui retribusi daerah sebagai bagian dari pembangunan.
Lebih dari sekadar kebijakan, langkah ini adalah pesan: bahwa pemerintah hadir, mendengar, dan berjalan bersama rakyatnya.
Harapan pun tumbuh—bahwa UMKM tidak lagi berdiri sendiri, tetapi menjadi bagian dari gerak besar pembangunan daerah.
Di pelataran itu, bukan hanya transaksi yang terjadi. Ada doa yang dipanjatkan, ada harapan yang diperjuangkan, dan ada keyakinan yang dikuatkan—bahwa dengan kebersamaan, ekonomi kerakyatan akan terus bertumbuh, membawa kesejahteraan bagi Bone yang lebih baik. (red)















