BONE, NALARMEDIA – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam mendorong kemajuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali ditunjukkan secara nyata.
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman (BupAAS), didampingi Kepala Bapenda Kabupaten Bone, Muhammad Angkasa, mendorong pemanfaatan teknologi digital melalui transaksi QRIS di Lapangan Merdeka Watampone, Rabu (22 April 2026) malam.
Langkah ini diperkuat dengan kehadiran mobil kas keliling dari Bank Sulselbar yang menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
BupAAS menegaskan bahwa kemudahan akses perbankan menjadi kunci penting dalam mendorong UMKM agar lebih tertib dalam pengelolaan administrasi keuangan sekaligus mempercepat transformasi digital di sektor ekonomi kerakyatan.
“Kita ingin UMKM di Bone terus tumbuh. Dengan adanya layanan kas keliling ini, pelaku UMKM di sekitar Lapangan Merdeka bisa langsung buka rekening, setor, dan transaksi lainnya. Tidak perlu lagi jauh-jauh ke bank,” ujar Bupati saat meninjau langsung layanan tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus membuka ruang seluas-luasnya bagi UMKM untuk berkembang, baik melalui dukungan permodalan, pelatihan, hingga perluasan akses pemasaran.
Menurutnya, sinergi dengan perbankan daerah menjadi faktor penting agar pelaku usaha mampu naik kelas dan terintegrasi dalam sistem keuangan formal.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup tinggi. Sejumlah pedagang dan pengunjung Lapangan Merdeka memanfaatkan layanan mobil kas keliling, mulai dari pembukaan rekening, setoran, hingga konsultasi terkait layanan perbankan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bone, Muhammad Rusdi, serta Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Hamzah Sunusi, yang ikut memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan inklusi keuangan di daerah.
Melalui inovasi layanan ini, Pemerintah Kabupaten Bone berharap inklusi keuangan di kalangan pelaku usaha mikro semakin meningkat, sehingga mampu mendorong percepatan perputaran ekonomi dan memperkuat fondasi ekonomi daerah secara berkelanjutan. (red)















