Dari Tanah Sulsel untuk Indonesia: Ketika Gubernur Andi Sudirman Hadirkan Pembangunan Menjadi Jalan Keadilan

Andi Sudirman Sulaiman (kanan), Gubernur Sulawesi Selatan menerima penghargaan yang diserahkan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar dalam ajang National Governance Awards: Sinergi Nusantara untuk Indonesia Emas.
banner 325x300

JAKARTA, NALARMEDIA – Malam itu di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan, ada pesan penting dari cahaya penghargaan tak sekadar menerangi panggung, tetapi juga memantulkan kerja panjang yang lahir dari komitmen dan keberanian.

Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulawesi Selatan, berdiri mewakili jutaan harapan yang kini mulai menemukan jalannya.

Dalam ajang National Governance Awards: Sinergi Nusantara untuk Indonesia Emas yang digelar oleh Metro TV, Sulawesi Selatan dianugerahi penghargaan Outstanding Province in Multi-Years Infrastructure Development.

Sebuah pengakuan yang tak datang tiba-tiba, melainkan lahir dari kerja kolektif, strategi berkelanjutan, dan keberpihakan pada rakyat.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Abdul Muhaimin Iskandar, bertepatan dengan momentum Hari Otonomi Daerah.

Sebuah simbol bahwa otonomi bukan sekadar kewenangan, melainkan tanggung jawab untuk menghadirkan perubahan nyata dari daerah.

Di balik penghargaan itu, tersimpan kisah tentang jalan-jalan yang kini menghubungkan harapan, irigasi yang mengalirkan kehidupan ke lahan-lahan petani, serta rumah sakit yang kelak menjadi tempat masyarakat menemukan kembali harapan akan sehat dan hidup.

“Ini bukan sekadar capaian pemerintah, tetapi hasil kerja bersama,” ungkap Gubernur Andi Sudirman dengan penuh syukur.

Baginya, pembangunan bukan hanya tentang angka, tetapi tentang menghadirkan keadilan bagi seluruh penjuru Sulawesi Selatan.

Melalui skema Multiyears Project (MYP) 2025–2027 senilai Rp3,7 triliun, pemerintah provinsi menapaki jalan besar perubahan. Lebih dari 1.000 kilometer jalan ditargetkan terbangun—sebuah lompatan dari capaian sebelumnya.

Jaringan irigasi seluas 54.000 hektare menjadi penopang ketahanan pangan, sementara dua rumah sakit regional akan menjadi penjaga kesehatan masyarakat dari utara hingga selatan.

Di balik angka-angka itu, sesungguhnya ada cerita tentang ibu yang lebih mudah membawa anaknya berobat, petani yang tak lagi khawatir akan musim kering, hingga generasi muda yang kini memiliki akses lebih luas untuk meraih masa depan.

Bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, langkah pembangunan ini menjadi bukti bahwa ketika visi dipadukan dengan kolaborasi, maka hasilnya bukan hanya terlihat, tetapi juga terasa.

Penghargaan ini bukanlah akhir, melainkan pengingat—bahwa pembangunan sejati adalah tentang menghadirkan keadilan, menjangkau yang jauh, dan memastikan tak ada yang tertinggal.

Dari Sulawesi Selatan, sebuah pesan sederhana namun kuat mengalir ke seluruh negeri: pembangunan terbaik adalah yang menyentuh hati rakyatnya. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *