BONE, NALARMEDIA — Sorak sorai membelah langit Stadion La Patau pada Senin sore (4 Mei 2026), saat Bone Beramal Cup 2026 resmi dibuka.
Di tengah atmosfer yang hangat dan penuh antusiasme, bukan hanya sepak bola yang dirayakan, tetapi juga semangat kebersamaan dan harapan akan masa depan olahraga di Kabupaten Bone.
Pembukaan turnamen ini semakin bermakna dengan apresiasi dari Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman (BupAAS), yang menilai Bone Beramal Cup bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan wadah strategis untuk membina dan menemukan bibit-bibit unggul pesepak bola daerah.
Ia menaruh harapan besar agar dari lapangan ini akan lahir talenta-talenta muda yang kelak mampu mengharumkan nama Bone, khususnya dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Menurutnya, turnamen seperti ini memiliki peran penting dalam membangun ekosistem sepak bola yang sehat dan berkelanjutan.
Tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
“Kita ingin dari Bone lahir pemain-pemain berkualitas yang bisa menjadi andalan daerah di berbagai ajang, termasuk Porprov,” menjadi semangat yang tersirat dalam apresiasinya.
Di atas lapangan, semangat itu langsung tercermin dalam laga pembuka yang mempertemukan Kecamatan Libureng dengan wakil dari Kecamatan Tanete Riattang Barat.
Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan berlangsung dengan tempo tinggi. Libureng tampil penuh percaya diri, memainkan bola dengan cepat dan terorganisir.
Gol demi gol tercipta, seolah menjadi simbol dari semangat yang tak terbendung. Dominasi Libureng begitu nyata, hingga pertandingan berakhir dengan skor mencolok 6-0.
Kemenangan ini bukan hanya angka di papan skor, tetapi juga penegasan bahwa kualitas dan kesiapan tim menjadi faktor penentu di panggung seperti ini.
Meski demikian, suasana sportivitas tetap terjaga. Para pemain dari kedua tim saling menghormati, sementara penonton memberikan dukungan tanpa henti, menciptakan harmoni yang menjadi ciri khas turnamen berbasis kebersamaan seperti Bone Beramal Cup.
Lebih dari sekadar pertandingan, hari pembukaan ini menjadi cermin harapan. Harapan bahwa dari stadion ini akan lahir pemain-pemain muda berbakat yang kelak mengenakan seragam kebanggaan Bone, bertanding di level yang lebih tinggi, dan membawa nama daerah dengan penuh kebanggaan.
Di bawah langit senja Bone, langkah awal telah dimulai.
Bone Beramal Cup 2026 bukan hanya tentang siapa yang menang hari ini, tetapi tentang siapa yang akan tumbuh dan bersinar di masa depan. Dan seperti yang diharapkan Bupati Andi Asman Sulaiman, mungkin saja dari gemuruh tepuk tangan hari ini, sedang lahir bintang-bintang sepak bola Bone untuk esok yang lebih gemilang. (red)















