BONE, NALARMEDIA – Pemerintah Kabupaten Bone terus bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Tanete Riattang dan Kecamatan Tanete Riattang Timur, Jumat (8 Mei 2026).
Setelah menyalurkan sebanyak 1.600 nasi kotak kepada warga terdampak banjir, Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Bone, Andi Tenriawaru, kembali turun langsung memantau proses penyiapan dapur umum.
Dalam peninjauan tersebut, Andi Tenriawaru didampingi Camat Tanete Riattang Timur, Andi Habibie, serta Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Bone, Windha Novita Muallim Ahmad.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan kesiapan dapur umum dalam memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat yang terdampak banjir, khususnya warga yang kesulitan melakukan aktivitas memasak akibat rumah dan lingkungan mereka terendam air.
Suasana gotong royong terlihat di lokasi penyiapan dapur umum. Sejumlah personel pemerintah daerah bersama petugas terkait tampak sibuk menyiapkan kebutuhan logistik dan perlengkapan memasak untuk warga.
Pj Sekda Bone, Andi Tenriawaru, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari aksi tanggap cepat Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, bersama Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, dalam menghadapi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah.
“Pemerintah daerah terus bergerak memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak banjir dapat terpenuhi, termasuk penyediaan konsumsi melalui dapur umum,” tuturnya.
Menurutnya, dapur umum menjadi salah satu langkah penting dalam penanganan darurat agar masyarakat tetap mendapatkan makanan selama kondisi banjir masih berlangsung.
Sebelumnya, Pemkab Bone juga telah menyalurkan 1.600 nasi kotak kepada warga terdampak sebagai bentuk antisipasi cepat terhadap kebutuhan konsumsi masyarakat.
Banjir yang terjadi akibat hujan deras sejak Kamis malam hingga Jumat dini hari tersebut merendam sejumlah kawasan permukiman warga di Kecamatan Tanete Riattang dan Tanete Riattang Timur.
Pemerintah Kabupaten Bone bersama tim gabungan hingga kini terus melakukan pemantauan dan penanganan di lapangan, sekaligus mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. (red)















