Prof. Hambali Thalib: Keberhasilan 54 Judul Penelitian Ini Adalah Buah dari Kerja Kolektif dan Budaya Akademik yang Terjaga

banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA — Universitas Muslim Indonesia (UMI) kembali menunjukkan konsistensinya sebagai perguruan tinggi swasta unggul dan produktif dalam pengembangan riset nasional setelah berhasil meloloskan 54 judul penelitian dosen pada Program Pendanaan DPPM dan Hiliristek Kemendiktisaintek Tahun 2026.

Capaian tersebut semakin memperkuat posisi UMI sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia Timur yang terus bertumbuh melalui penguatan budaya akademik, inovasi, riset kolaboratif, dan hilirisasi ilmu pengetahuan yang berdampak bagi masyarakat.

Rektor UMI, Prof. Dr. H. Hambali Thalib, S.H., M.H., menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas keberhasilan tersebut. Menurutnya, capaian 54 judul penelitian yang lolos pendanaan nasional bukanlah hasil kerja individual, melainkan buah dari budaya akademik yang terus dijaga bersama di lingkungan UMI.

“Keberhasilan 54 judul penelitian ini adalah buah dari kerja kolektif dan budaya akademik yang terjaga. Kebesaran UMI lahir dari kebersamaan, ketulusan, dan semangat seluruh sivitas akademika dalam membangun tradisi ilmu pengetahuan yang berdampak,” ujarnya.

Rektor UMI juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah, Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek, Kepala LLDIKTI Wilayah IX, beserta seluruh jajaran yang selama ini terus memberikan dukungan, pendampingan, dan kepercayaan kepada UMI dalam penguatan penelitian dan inovasi perguruan tinggi.

Menurutnya, keberhasilan dosen UMI memperoleh pendanaan kompetitif nasional memiliki dampak besar terhadap peningkatan reputasi akademik universitas sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas sumber daya manusia UMI.

“Keberhasilan para dosen mendapatkan pendanaan penelitian dari Kemendiktisaintek memiliki gaung yang besar dalam mengangkat citra dan reputasi Universitas Muslim Indonesia di tengah masyarakat,” tambahnya, pada saat ditemui druangannya di Menara Umi lantai 9, Senin (15/5).

Profesor Fakultas Hukum UMI itu juga memberikan penghargaan kepada seluruh dosen peneliti yang terus menunjukkan dedikasi, produktivitas, dan semangat inovasi dalam menjalankan Catur Dharma UMI, yakni Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, serta Komitmen Ke-UMI-an dan Pendidikan Karakter.

Ia berharap capaian tersebut menjadi energi baru untuk memperkuat budaya riset di lingkungan UMI sekaligus mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah, hilirisasi inovasi, dan pengembangan jejaring internasional.

“Selamat kepada seluruh tim peneliti atas amanah dan kepercayaan yang diberikan oleh negara. Kami berharap seluruh penelitian dapat dilaksanakan dengan baik, tepat sasaran, tepat waktu, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat serta pembangunan nasional,” tuturnya.

Dari total 54 judul penelitian yang lolos pendanaan, sebanyak 9 judul merupakan penelitian ongoing yang masih berlanjut pelaksanaannya. Selain itu, terdapat 9 judul penelitian pada skema uji prototipe, sementara selebihnya berasal dari berbagai skema pendanaan DPPM seperti Hibah Pascasarjana, Penelitian Fundamental, dan Penelitian Terapan.

Selain pendanaan DPPM dan Hiliristek, dosen-dosen UMI juga berhasil memperoleh pendanaan pada berbagai skema kompetitif lainnya. Tercatat dua judul penelitian lolos pada skema hibah Bestari, dua judul pada program Healers Tech dan penelitian sinergi, serta tiga judul penelitian memperoleh pendanaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Tiga penelitian yang memperoleh pendanaan BRIN tersebut dipimpin oleh peneliti UMI, yakni Prof. Dr. Ir. Ida Rosada, M.Si., Prof. Dr. Ir. Hj. Aminah, M.P., dan Dr. Ir. Abdul Haris, S.P., M.P.

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari penguatan tata kelola riset yang dilakukan LP2S UMI melalui berbagai program pendampingan, coaching proposal, penguatan kolaborasi, dan pembinaan budaya akademik yang berkelanjutan.

Capaian pendanaan penelitian tahun 2026 ini kembali menegaskan bahwa UMI tidak hanya bergerak sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi bagi masyarakat.

Melalui penguatan riset, internasionalisasi akademik, dan hilirisasi inovasi, UMI terus menghadirkan kontribusi nyata dalam pembangunan bangsa sekaligus memperkuat langkah menuju perguruan tinggi bereputasi global. UMI adalah Kampus Ilmu dan Ibadah, Kampus Perjuangan dan Pengabdian, Kampus Bereputasi dan Berdampak. (rls/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *