BONE, NALARMEDIA – Tangis haru dan rasa syukur tak terbendung saat ratusan orang tua menyaksikan putra-putri mereka berdiri gagah di Aula Masjid Agung Al-Ma’arif, Kabupaten Bone, Rabu (10 Juni 2026).
Momen Tasyakuran Kelulusan Siswa SMP dan SMA serta Wisuda Tahfidzul Qur’an 30 Juz, 10 Juz, dan 5 Juz itu menjadi saksi lahirnya generasi Qur’ani yang siap menatap masa depan dengan ilmu dan akhlak.
Di tengah suasana khidmat yang dipenuhi lantunan ayat suci Al-Qur’an, perhatian hadirin tertuju pada salah satu wisudawati yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz.
Ia adalah putri dari Prof. Dr. H. Syahabuddin, M.Ag., Rektor IAIN Bone periode 2021–2026.
Kehadiran sang ayah yang selama ini dikenal sebagai tokoh pendidikan Islam di Sulawesi Selatan menambah nuansa emosional acara.
Bagi banyak orang tua yang hadir, keberhasilan tersebut menjadi inspirasi bahwa pendidikan agama dan akademik dapat berjalan beriringan.
“Ini bukan hanya kebanggaan keluarga, tetapi kebanggaan kita semua. Anak-anak ini telah membuktikan bahwa menghafal Al-Qur’an tidak menghalangi mereka meraih prestasi akademik yang tinggi,” ujar salah seorang tamu undangan.
Tak hanya melahirkan para penghafal Al-Qur’an, Pondok Pesantren Al-Manawwarah juga kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang akademik. Salah seorang santriwati berhasil diterima di tiga perguruan tinggi negeri sekaligus dalam satu tahun.
Sementara sejumlah wisudawati lainnya diterima di dua kampus negeri secara bersamaan.
Prestasi tersebut semakin lengkap dengan keberhasilan santri lolos melalui jalur SPAN ke Jurusan Kedokteran UIN Alauddin Makassar, Program Studi Informatika di salah satu universitas ternama di Surabaya, serta berbagai perguruan tinggi unggulan lainnya.
Capaian ini menjadi bukti bahwa pendidikan berbasis pesantren mampu melahirkan generasi yang tidak hanya kuat dalam nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu bersaing di dunia pendidikan tinggi nasional.
Momen yang paling menggetarkan hati terjadi saat prosesi wisuda tahfidz berlangsung. Para wisudawati yang berhasil menghafal 30 juz, 10 juz, hingga 5 juz Al-Qur’an menerima syahadah tahfidz dari pimpinan lembaga. Didampingi orang tua masing-masing, mereka kemudian menyematkan mahkota sebagai simbol penghormatan dan rasa terima kasih kepada sosok yang selama ini menjadi pendukung utama perjalanan mereka.
Tangis bahagia pun pecah di berbagai sudut ruangan. Banyak orang tua yang tak kuasa menahan haru melihat anak-anak mereka berhasil menuntaskan hafalan Al-Qur’an setelah melewati proses panjang yang penuh pengorbanan.
Selain prosesi wisuda, lembaga juga memberikan penghargaan kepada para santriwati berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras dan dedikasi mereka selama menempuh pendidikan.
“Kami ingin setiap anak yang duduk di sini tahu bahwa usahanya dilihat, dihargai, dan dirayakan. Dari situlah lahir rasa percaya diri yang sesungguhnya,” ungkap perwakilan panitia.
Tasyakuran ini turut dihadiri unsur Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bone. Kehadiran mereka menjadi bentuk dukungan terhadap lembaga pendidikan yang berhasil memadukan keunggulan akademik dengan pembinaan karakter dan nilai-nilai Al-Qur’an.
Di bawah kepemimpinan KH. Zainal Abidin, yang juga menjabat Ketua BAZNAS Kabupaten Bone, Pondok Pesantren Al-Manawwarah terus berkembang menjadi pusat pendidikan yang melahirkan generasi berakhlakul karimah, berprestasi, dan berdaya saing.
Sebagai satu-satunya sekolah berbasis pondok pesantren di Kabupaten Bone yang berada di bawah naungan ganda Kementerian Agama dan Kemendikdasmen, serta telah terakreditasi A, Al-Manawwarah kembali membuktikan bahwa Al-Qur’an dan ilmu pengetahuan dapat berjalan seiring.
Dari Bone, para wisudawati itu kini melangkah menuju masa depan. Dengan Al-Qur’an yang terpatri di hati dan ilmu pengetahuan yang mereka genggam, mereka membawa harapan besar keluarga, pesantren, dan daerah untuk menebarkan manfaat di panggung yang lebih luas.
Sebab di balik setiap hafalan yang tuntas, ada doa orang tua yang akhirnya menemukan jawabannya. (rls)















