MAKASSAR, NALARMEDIA — Rektor ITB Nobel Indonesia, Dr. Ir. H. Badaruddin, S.T., M.M., IPU, ASEAN Eng., mengajak para wisudawan untuk tidak sekadar menjadi pencari kerja, tetapi tampil sebagai “hero” yang mampu memenangkan persaingan di era digital melalui kolaborasi, inovasi, dan penguasaan teknologi.
Pesan itu disampaikan dalam Wisuda Program Sarjana ke-XXIV dan Pascasarjana ke-XVII ITB Nobel Indonesia yang mengusung tema unik Mobile Legends di Sandeq Ballroom Claro Hotel Makassar, Rabu (17 Juni 2026).
Menurut Badaruddin, pemilihan tema Mobile Legends bukan sekadar mengikuti tren yang digemari generasi muda, melainkan sarana untuk menyampaikan filosofi kehidupan kepada para lulusan yang akan memasuki dunia bisnis dan teknologi yang semakin kompetitif.
“Mobile Legends mengajarkan bahwa kemenangan tidak pernah lahir dari keegoisan individu. Kemenangan hanya bisa diraih melalui kerja sama tim yang kuat, strategi yang matang, dan kemampuan membaca situasi,” ujar Badaruddin.
Ia menjelaskan, kehidupan pascakampus saat ini tidak berbeda jauh dengan pertarungan di Land of Dawn. Para lulusan akan dihadapkan pada persaingan yang menuntut kemampuan mengambil keputusan secara cepat dan tepat di tengah perubahan yang berlangsung begitu dinamis.
“Di luar sana Anda akan melakukan draft pick versi kehidupan nyata, memilih strategi bisnis, mengadopsi teknologi terbaru, dan membaca pergerakan pasar. Siapa yang tidak menguasai map berupa data, teknologi, dan peluang bisnis akan mudah tertinggal oleh perubahan zaman,” tegasnya.
Karena itu, ITB Nobel Indonesia telah berupaya membekali mahasiswa dengan kompetensi kewirausahaan dan teknologi agar mampu bersaing sekaligus menciptakan peluang baru bagi masyarakat.
Dalam pesannya, Badaruddin juga mengajak para wisudawan mengambil nilai positif dari setiap role hero dalam Mobile Legends.
Tank dan Support mencerminkan integritas serta kepedulian sosial, Fighter menggambarkan ketangguhan menghadapi tantangan, sementara Mage dan Assassin melambangkan kemampuan berinovasi dan mengeksekusi peluang secara cerdas.
Adapun Marksman, menurutnya, merupakan simbol ketekunan dalam mengumpulkan ilmu dan pengalaman hingga akhirnya menjadi sosok yang mampu membawa perubahan besar di masa depan.
“Jadilah Marksman yang konsisten farming knowledge, karena walau berjuang dari bawah, Anda adalah carry yang akan membawa kemenangan dan perubahan besar di masa depan,” pesannya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan di dunia kerja maupun dunia usaha tidak akan lahir dari kemampuan individu semata, melainkan dari kolaborasi yang harmonis dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Melalui pesan tersebut, ITB Nobel Indonesia berharap para lulusan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi inovator, pemimpin, dan entrepreneur yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. (red)















