Dari Penolakan hingga Dua Beasiswa Doktor Bergengsi, Dosen Poltekbos Ukir Prestasi Internasional

Nila Sartika Achmadi Raih Beasiswa Pemerintah Hungaria dan LPDP untuk Studi PhD di Eropa

Dosen Program Studi Perhotelan, Nila Sartika Achmadi, S.M.B., M.M., berhasil meraih dua beasiswa doktor (PhD) bergengsi pada tahun 2026, yakni Beasiswa Stipendium Hungaricum dari Pemerintah Hungaria dan Beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas akademika Politeknik Bosowa (Poltekbos).

Dosen Program Studi Perhotelan, Nila Sartika Achmadi, S.M.B., M.M., berhasil meraih dua beasiswa doktor (PhD) bergengsi pada tahun 2026, yakni Beasiswa Stipendium Hungaricum dari Pemerintah Hungaria dan Beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Capaian luar biasa tersebut menjadi bukti bahwa sumber daya manusia Politeknik Bosowa mampu bersaing di tingkat global sekaligus mengharumkan nama institusi di kancah pendidikan internasional.

Beasiswa pertama yang diraih Nila adalah Stipendium Hungaricum Scholarship, program beasiswa penuh yang didanai Pemerintah Hungaria. Melalui program ini, ia dinyatakan diterima untuk menempuh pendidikan Doctor of Philosophy (PhD) di University of Sopron, Hungaria.

Tak lama berselang, kabar membanggakan kembali datang. Nila berhasil lolos seleksi substansi Beasiswa LPDP Tahap I Tahun 2026 dan memperoleh Letter of Sponsorship untuk melanjutkan studi PhD in Management di Adam Smith Business School, University of Glasgow, Inggris Raya.

Universitas tersebut dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik dunia yang masuk dalam jajaran 100 besar universitas global dan merupakan anggota Russell Group, kelompok universitas riset paling prestisius di Inggris.

Berdasarkan hasil seleksi, Nila dijadwalkan memulai perkuliahan pada Januari 2027. Ia mengaku bersyukur atas dua kesempatan besar yang hadir di tahun yang sama setelah melalui perjalanan panjang yang penuh tantangan.

“Alhamdulillah, tahun ini Allah memberikan amanah yang luar biasa. Saya dinyatakan lolos dua beasiswa PhD sekaligus. Awalnya saya mendapat kabar diterima pada Beasiswa Stipendium Hungaricum dari Pemerintah Hungaria, kemudian disusul kabar kelulusan LPDP untuk melanjutkan studi PhD in Management di University of Glasgow, Inggris. Insya Allah saya memilih intake Januari 2027 di University of Glasgow dan saat ini sedang menunggu undangan mengikuti Persiapan Keberangkatan (PK),” ujar Nila, Kamis (25 Juni 2026).

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari doa, kerja keras, serta dukungan berbagai pihak, mulai dari keluarga, lingkungan kerja, komunitas beasiswa Telering, hingga seluruh sivitas akademika Politeknik Bosowa.

Ia berharap ilmu yang diperoleh nantinya dapat memberikan kontribusi nyata bagi kampus, mahasiswa, serta pengembangan pendidikan di Indonesia.

“Semoga ilmu yang saya peroleh nantinya dapat memberikan manfaat bagi Politeknik Bosowa, mahasiswa, serta pengembangan pendidikan di Indonesia. Seperti harapan LPDP bagi para awardee, saya berharap dapat pulang dan menunaikan janji kontribusi menjadi dosen berdampak dan mendorong majunya industri strategis nasional,” lanjutnya.

Di balik pencapaian gemilang tersebut, tersimpan kisah perjuangan yang menginspirasi. Nila mengungkapkan bahwa keberhasilannya memperoleh LPDP bukanlah proses instan. Ia harus melewati berbagai kegagalan sebelum akhirnya meraih impian.

“Ini adalah percobaan saya yang ke-5 pada beasiswa LPDP, percobaan ke-3 pada beasiswa non-LPDP, dengan riwayat penolakan dari puluhan calon supervisor dari tiga benua. Akhirnya pelan-pelan mimpi itu terwujud satu-satu, mulai dari memperoleh supervisor, disusul Letter of Acceptance dari kampus pilihan saya, lalu akhirnya mendapatkan pembiayaan penuh melalui beasiswa LPDP. Kerja keras, persistensi, dan kolaborasi, ketiga hal ini membuat kita dapat menciptakan kesempatan yang tidak ada sebelumnya,” ungkapnya.

Kisah Nila menjadi bukti bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan bagian dari proses menuju kesuksesan. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkannya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi dosen maupun mahasiswa untuk terus mengejar mimpi hingga jenjang pendidikan tertinggi.

Keberhasilan meraih dua beasiswa doktor bergengsi dalam satu tahun sekaligus memperkuat komitmen Politeknik Bosowa dalam mendorong peningkatan kualitas dosen melalui pendidikan dan jejaring internasional. Prestasi ini juga menjadi modal penting dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing global.

Dengan torehan tersebut, Nila Sartika Achmadi tidak hanya mengharumkan nama Politeknik Bosowa, tetapi juga membuktikan bahwa akademisi Indonesia mampu bersaing dan meraih kepercayaan dari lembaga penyedia beasiswa nasional maupun internasional melalui dedikasi, ketekunan, dan semangat belajar yang tak pernah padam. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *