Politeknik Bosowa Gandeng Astra Group, Kolaborasi Riset Energi Bersih untuk Wujudkan Listrik Berkelanjutan di Wilayah Kepulauan

kolaborasi strategis antara Politeknik Bosowa (Poltekbos) dan PT Energia Prima Nusantara (EPN), perusahaan yang merupakan bagian dari Astra Group, dalam pengembangan riset energi terbarukan untuk kawasan kepulauan.
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA – Upaya mewujudkan transisi energi menuju target Net Zero Emission (NZE) 2060 terus mendapat dukungan dari berbagai pihak.

Salah satunya melalui kolaborasi strategis antara Politeknik Bosowa (Poltekbos) dan PT Energia Prima Nusantara (EPN), perusahaan yang merupakan bagian dari Astra Group, dalam pengembangan riset energi terbarukan untuk kawasan kepulauan.

Pertemuan yang berlangsung pada Jumat (26 Juni 2026) itu menjadi momentum penting dalam membahas peluang kerja sama pengembangan sistem ketenagalistrikan berkelanjutan berbasis energi baru terbarukan (EBT) yang mampu menjawab tantangan penyediaan listrik di wilayah kepulauan Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, tim peneliti Politeknik Bosowa mempresentasikan hasil penelitian yang didanai hibah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui Direktorat Riset dan Pengembangan (Risbang).

Penelitian itu saat ini tengah dilaksanakan di Pulau Barrang Lompo, Sulawesi Selatan.

Riset tersebut berfokus pada optimalisasi sistem kelistrikan mandiri berbasis energi bersih sebagai solusi penyediaan listrik yang andal, efisien, dan berkelanjutan bagi masyarakat di wilayah kepulauan.

Hasil penelitian ini dinilai sejalan dengan komitmen PT Energia Prima Nusantara dalam mendukung peta jalan transisi energi nasional menuju Net Zero Emission 2060 sekaligus mendukung target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) yang diproyeksikan mencapai 61 persen atau sekitar 42,6 gigawatt (GW) dari total penambahan kapasitas pembangkit listrik nasional sebesar 69,5 GW pada periode RUPTL 2025–2034.

Sebagai salah satu lini bisnis energi Astra Group, PT Energia Prima Nusantara terus memperluas investasi pada sektor energi hijau melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga air (hydro), panas bumi (geothermal), energi angin (wind), tenaga surya (solar photovoltaic), pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy), hingga pemanfaatan energi laut (ocean energy).

Direktur Politeknik Bosowa, Dr. Ir. Isminarti, S.T., M.T., mengatakan sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi langkah strategis agar hasil penelitian tidak hanya berhenti sebagai karya akademik, tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Penelitian yang kami lakukan di Pulau Barrang Lompo bukan sekadar menghasilkan luaran akademik, tetapi juga dirancang agar dapat menjadi solusi implementatif bagi penyediaan energi bersih di wilayah kepulauan. Sinergi dengan PT Energia Prima Nusantara membuka peluang besar agar inovasi yang lahir dari kampus dapat dikembangkan dalam skala industri dan memberikan manfaat yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, Politeknik Bosowa terus mendorong dosen dan mahasiswa menghasilkan riset-riset terapan yang relevan dengan kebutuhan industri serta mendukung agenda pembangunan nasional.

“Kami percaya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan dunia usaha menjadi kunci dalam mempercepat transisi energi di Indonesia. Melalui kerja sama seperti ini, kami berharap riset-riset yang lahir dari Politeknik Bosowa dapat berkontribusi nyata terhadap pencapaian target Net Zero Emission 2060 sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya di daerah kepulauan dan wilayah terpencil,” tambahnya.

Melalui kolaborasi ini, hasil riset yang dikembangkan di Pulau Barrang Lompo diharapkan tidak hanya menjadi referensi ilmiah, tetapi juga dapat diimplementasikan sebagai model pengembangan sistem kelistrikan berbasis energi terbarukan di berbagai pulau kecil dan wilayah terpencil di Indonesia.

Sinergi antara Politeknik Bosowa dan PT Energia Prima Nusantara juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset nasional sekaligus menghadirkan inovasi yang menjawab tantangan pemerataan akses energi bersih.

Dengan demikian, masyarakat di wilayah kepulauan dapat menikmati layanan listrik yang lebih andal, efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Indonesia menuju masa depan energi hijau. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *