Politeknik Bosowa dan Poltekpar Makassar Perkuat Sinergi, Kolaborasi Tri Dharma Siapkan Lulusan Vokasi Berdaya Saing

Komitmen memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Sulawesi Selatan kembali ditunjukkan melalui kolaborasi strategis antara Politeknik Bosowa (Poltekbos) dan Politeknik Pariwisata Makassar (Poltekpar).
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA — Komitmen memperkuat kualitas pendidikan vokasi di Sulawesi Selatan kembali ditunjukkan melalui kolaborasi strategis antara Politeknik Bosowa (Poltekbos) dan Politeknik Pariwisata Makassar (Poltekpar).

Kedua institusi resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai langkah memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Senin (6 Juli
2026).

Penandatanganan yang berlangsung di Kampus Politeknik Bosowa tersebut dihadiri jajaran pimpinan kedua perguruan tinggi dan menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antarlembaga pendidikan vokasi guna menjawab tantangan dunia kerja yang semakin dinamis.

Melalui kerja sama tersebut, Poltekbos dan Poltekpar Makassar sepakat mengembangkan berbagai program kolaboratif yang meliputi bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat sebagai implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Tak hanya itu, ruang lingkup kerja sama juga mencakup peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa melalui riset bersama, pengembangan kurikulum, seminar ilmiah, pertukaran narasumber, hingga berbagai program pengabdian yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Direktur Politeknik Bosowa, Dr. Ir. Isminarti, S.T., M.T., menegaskan bahwa kolaborasi antarlembaga merupakan kunci untuk menghadirkan pendidikan vokasi yang semakin berkualitas dan relevan dengan kebutuhan industri.

“Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak dapat berjalan optimal tanpa adanya kolaborasi. Melalui kerja sama ini, kami ingin menghadirkan berbagai program yang mampu meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat budaya riset, serta memperluas dampak pengabdian kepada masyarakat. Kami berharap sinergi ini menjadi awal lahirnya inovasi-inovasi yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan maupun industri,” ungkapnya.

Menurut Isminarti, perkembangan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat menuntut perguruan tinggi vokasi untuk terus beradaptasi agar mampu mencetak lulusan yang kompeten, profesional, dan siap menghadapi kebutuhan industri.

“Kolaborasi ini menjadi salah satu strategi kami untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa sekaligus meningkatkan kapasitas dosen melalui berbagai kegiatan akademik dan penelitian bersama,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Politeknik Pariwisata Makassar, Dr. Herry Rachmat Widjaja, S.Sos., MM.Par., CHE, menilai sinergi antarperguruan tinggi menjadi bagian penting dalam meningkatkan mutu pendidikan vokasi di Indonesia.

“Sinergi antarperguruan tinggi merupakan bagian dari semangat Merdeka Belajar dan penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kami berharap MoU ini dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata, mulai dari penelitian kolaboratif, pengembangan sumber daya manusia, hingga pengabdian kepada masyarakat yang memberikan dampak luas,” katanya.

Ia juga meyakini kerja sama tersebut akan membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa dan dosen untuk memperoleh pengalaman akademik maupun profesional yang lebih luas melalui berbagai kegiatan kolaboratif.

Dengan terjalinnya kemitraan ini, Politeknik Bosowa dan Politeknik Pariwisata Makassar optimistis mampu melahirkan berbagai inovasi yang tidak hanya memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.

Sinergi ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang unggul, adaptif, profesional, serta siap bersaing di dunia kerja dan industri, khususnya sektor pariwisata yang terus berkembang. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *