MAKASSAR, NALARMEDIA – Pemanfaatan teknologi digital terus menjadi solusi inovatif dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting di Indonesia.
Salah satunya melalui pengembangan Model Digitalisasi Log Book Kader Berbasis Web yang diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pendataan, pemantauan, dan pelaporan kasus stunting secara cepat, akurat, dan berkelanjutan.
Inovasi tersebut dipaparkan oleh Dosen Program Studi Teknik Mekatronika Politeknik Bosowa, Dr. Ir. Isminarti, S.T., M.T., saat menjadi narasumber dalam kegiatan diseminasi hasil penelitian yang diselenggarakan Universitas Sawerigading di Café Raisza, Kabupaten Pangkep, Rabu (8 Juli 2026).
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sawerigading sekaligus Ketua Tim Peneliti, Dr. Ahmad Syaekhu, M.Si., C.MTr., sebagai bagian dari diseminasi penelitian hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kemendiktisaintek Tahun 2026.
Penelitian yang diangkat berjudul “Model Digitalisasi Log Book Kader Berbasis Web Sebagai Inovasi Lanjutan Penguatan Intervensi Model SI SAKTI dalam Pencegahan Stunting”.
Sistem ini dirancang untuk menghadirkan mekanisme pelaporan digital yang lebih modern guna memperkuat penanganan stunting hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Kegiatan tersebut dihadiri Lurah Bori Appaka, Irma, S.IP., bersama para kader yang menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan stunting, mulai dari Kader PKK, Kader Posyandu, hingga Kader Pembangunan Manusia (KPM).
Ketiga unsur kader tersebut memiliki peran yang saling melengkapi. Kader PKK berfokus pada edukasi dan pemberdayaan keluarga, Kader Posyandu bertanggung jawab terhadap pelayanan kesehatan serta pemantauan tumbuh kembang balita, sedangkan KPM menjalankan fungsi pendataan, koordinasi, pemantauan, dan pelaporan terhadap calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita yang berisiko mengalami stunting.
Dalam pemaparannya, Dr. Isminarti menjelaskan bahwa aplikasi berbasis web yang dikembangkan memungkinkan para kader melakukan input data secara real-time, sehingga pemerintah dapat memperoleh informasi yang lebih cepat, akurat, dan mudah dianalisis sebagai dasar penyusunan kebijakan.
“Dengan adanya sistem pelaporan digital ini, fluktuasi dan statistik angka stunting di Kabupaten Pangkep, khususnya di Kelurahan Bori Appaka, dapat dimonitor secara akurat kapan saja melalui dashboard aplikasi. Sistem ini juga memangkas proses birokrasi pelaporan manual yang selama ini memerlukan waktu lebih lama,” jelas Dr. Isminarti.
Menurutnya, digitalisasi menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun sistem penanganan stunting yang berbasis data sehingga setiap intervensi yang dilakukan pemerintah dapat lebih tepat sasaran dan efektif.
Tak hanya memaparkan manfaat sistem, Direktur Politeknik Bosowa tersebut juga memberikan masukan kepada Pemerintah Kelurahan Bori Appaka agar mengalokasikan anggaran daerah guna menjamin keberlanjutan operasional website dan aplikasi setelah program penelitian berakhir.
“Keberlanjutan program menjadi kunci. Sistem yang sudah dibangun harus tetap dapat dimanfaatkan, dipelihara, dan dikembangkan agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Dr. Isminarti juga memberikan sejumlah rekomendasi kepada tim peneliti Universitas Sawerigading.
Menurutnya, keberhasilan implementasi aplikasi tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kualitas komunikasi antara pengembang sistem dan para pengguna di lapangan.
Ia menyarankan agar aplikasi dilengkapi dengan fitur helpdesk yang terhubung langsung melalui WhatsApp maupun layanan live chat, sehingga setiap kendala teknis yang dihadapi kader saat melakukan input data dapat segera ditangani tanpa menghambat proses pelaporan.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan para kader, inovasi digital ini diharapkan mampu memperkuat sistem pencegahan stunting berbasis data yang akurat, mempercepat proses pengambilan keputusan, serta menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam membangun sistem pelaporan kesehatan yang modern, efektif, dan berkelanjutan. (red)















