KOLAKA, NALARMEDIA – Bagi masyarakat Kelurahan Puundoho, Kecamatan Baula, Kabupaten Kolaka, nyamuk bukan sekadar serangga pengganggu.
Di balik ukurannya yang kecil, nyamuk Aedes aegypti pernah menghadirkan duka melalui ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) yang merenggut nyawa warga.
Berangkat dari pengalaman tersebut, puluhan warga memadati aula Kantor Kelurahan Puundoho, Sabtu (18 Juli 2026), untuk mengikuti Promosi Kesehatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta edukasi pencegahan DBD dan Tuberkulosis (TBC) yang diselenggarakan PT Vale Indonesia Tbk Indonesia Growth Project (IGP) Pomalaa melalui Program Sosial Lingkungan “Kolaka Bersih, Sehat, dan Berdaya.”
Kegiatan ini menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar memahami bahwa menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan ketika sakit, tetapi dimulai dari upaya mencegah penyakit melalui kebiasaan hidup bersih dan menjaga lingkungan.
Kasubag Kepegawaian dan Pelayanan Umum Kecamatan Baula, Muhammad Lukman, mengapresiasi inisiatif PT Vale yang dinilai memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pola hidup sehat.
Menurutnya, meskipun sebagian besar masyarakat telah memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, edukasi yang dilakukan secara berkelanjutan tetap diperlukan agar kesadaran tersebut tumbuh menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari.
“Program seperti ini sangat positif karena memberikan pengetahuan kepada masyarakat. Harapan kami kegiatan ini terus berlanjut, bukan hanya di bidang kesehatan tetapi juga pada bidang-bidang lain yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Lukman mengungkapkan bahwa selama ini PT Vale telah menghadirkan berbagai program pemberdayaan di Kecamatan Baula, mulai dari bantuan sarana pengelolaan sampah, dukungan bagi sektor pertanian, hingga pelatihan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia berharap komitmen tersebut terus dipertahankan sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
Selain itu, ia juga berharap perusahaan terus membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lokal sesuai kompetensi dan keahlian yang dimiliki.
“Harapan kami tentu masyarakat lokal juga mendapatkan kesempatan bekerja sesuai kemampuan dan keahlian yang mereka miliki,” katanya.
Dalam penyuluhan tersebut, masyarakat kembali diingatkan bahwa langkah sederhana seperti membersihkan saluran air, menutup tempat penampungan air, serta mengubur barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk merupakan cara paling efektif untuk mencegah penyebaran DBD.
Pesan tersebut menjadi inti dari edukasi yang diberikan, bahwa upaya menjaga kesehatan keluarga sesungguhnya dimulai dari lingkungan rumah sendiri. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten diyakini jauh lebih efektif dibanding harus menghadapi risiko ketika penyakit telah menyerang.
Bagi warga Kelurahan Puundoho, kegiatan ini bukan sekadar penyuluhan kesehatan, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga lingkungan demi melindungi keluarga dan orang-orang tercinta.
Melalui Program Sosial Lingkungan “Kolaka Bersih, Sehat, dan Berdaya,” PT Vale Indonesia IGP Pomalaa terus mendorong lahirnya masyarakat yang lebih sadar akan pentingnya hidup bersih, sehat, dan peduli terhadap lingkungan sebagai fondasi terciptanya kualitas hidup yang lebih baik. (red)















