Menteri Investasi Rosan Apresiasi Komitmen ESG PT Vale Morowali, Hilirisasi Harus Sejalan dengan Kelestarian Lingkungan

Komitmen PT Vale Indonesia Tbk dalam mengembangkan industri pertambangan yang berkelanjutan mendapat apresiasi dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani.
banner 325x300

MOROWALI, NALARMEDIA – Komitmen PT Vale Indonesia Tbk dalam mengembangkan industri pertambangan yang berkelanjutan mendapat apresiasi dari Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan P. Roeslani.

Dalam kunjungannya ke kawasan Indonesia Growth Project (IGP) Morowali, Rosan menegaskan bahwa agenda hilirisasi nasional harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Kunjungan tersebut dilakukan usai menghadiri seremoni kedatangan autoclave, peralatan utama proyek High Pressure Acid Leaching (HPAL) di kawasan pabrik Sambalagi, Morowali.

Rosan didampingi jajaran Danantara Indonesia, termasuk Managing Director Danantara Asset Management, Febriany Eddy, dan disambut langsung oleh Chief Executive Officer (CEO) PT Vale Indonesia, Bernardus Irmanto, Chief Project Officer (CPO) PT Vale, Muhammad Asril, beserta jajaran manajemen perusahaan.

Dalam kesempatan itu, Rosan meninjau langsung perkembangan proyek strategis nasional tersebut, sekaligus melihat berbagai inisiatif keberlanjutan yang diterapkan PT Vale sebagai bagian dari operasional perusahaan.

Salah satu lokasi yang menjadi perhatian utama adalah nursery atau pusat pembibitan tanaman yang menjadi bagian dari program rehabilitasi dan reklamasi lahan pascatambang.

Di lokasi tersebut, CEO PT Vale Bernardus Irmanto memaparkan berbagai program pengelolaan lingkungan yang dijalankan perusahaan, mulai dari pengembangan pusat pembibitan, rehabilitasi dan reklamasi lahan, pengelolaan sediment pond, hingga berbagai upaya pelestarian lingkungan lainnya.

Menurut Bernardus, berbagai program tersebut merupakan implementasi nyata komitmen PT Vale dalam memastikan kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan selaras dengan prinsip keberlanjutan.

Fasilitas nursery yang dikembangkan PT Vale bukan hanya menjadi tempat pembibitan tanaman, tetapi juga menjadi simbol penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang diintegrasikan ke dalam seluruh proses bisnis perusahaan.

Melalui pendekatan tersebut, PT Vale berupaya menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan industri, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Melihat langsung berbagai inisiatif tersebut, Rosan mengaku terkesan dengan keseriusan PT Vale dalam menerapkan praktik pertambangan berstandar internasional.

“Saya sangat senang dan berbahagia dapat melihat langsung lokasi PT Vale di Morowali. Hal yang paling saya perhatikan adalah bagaimana aspek sustainability yang menjaga keseimbangan antara lingkungan dan sosial sangat diperhatikan di sini. Kita melihat adanya fasilitas pembibitan, serta penerapan best mining practices dengan standar internasional. Harapannya, hal tersebut dapat terus dijaga,” ujar Rosan.

Ia menegaskan bahwa kualitas investasi di Indonesia tidak hanya diukur dari besarnya nilai ekonomi yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana investasi tersebut mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana kita menjaga keselarasan dari segi bisnis itu sendiri, baik dari aspek ESG maupun dari sisi masyarakat di sekitarnya. Dengan begitu, investasi yang masuk dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, bukan hanya bagi perusahaan tetapi juga bagi daerah dan masyarakat,” tambahnya.

Selain mengunjungi nursery, rombongan juga meninjau jetty yang menjadi salah satu infrastruktur strategis penunjang operasional proyek serta melihat aktivitas penambangan PT Vale dari udara.

Dari pemantauan tersebut terlihat bagaimana aktivitas produksi dijalankan bersamaan dengan penerapan prinsip pertambangan yang bertanggung jawab, mulai dari pengelolaan area tambang hingga proses pemulihan lingkungan pascatambang.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Vale Indonesia, Fauzambi Syahrul Multhazar, menilai proyek Indonesia Growth Project (IGP) Morowali telah dipersiapkan secara matang dan menjadi contoh nyata implementasi kebijakan hilirisasi yang dicanangkan pemerintah.

“Saya menilai proyek ini dipersiapkan dengan baik, direncanakan dengan baik, dan akan dieksekusi dengan baik. Tentunya, proyek ini juga berjalan seiring dengan arah hilirisasi pemerintah. Morowali, menurut saya, menjadi pilot project yang baik,” ujarnya.

Bagi PT Vale, hilirisasi tidak hanya dimaknai sebagai pembangunan industri pengolahan mineral, tetapi juga sebagai upaya membangun masa depan yang berkelanjutan melalui keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, PT Vale terus memperkuat posisinya sebagai perusahaan tambang yang tidak hanya berorientasi pada produktivitas, tetapi juga menjadi pelopor penerapan prinsip keberlanjutan dalam mendukung agenda hilirisasi nasional Indonesia. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *