Politeknik Bosowa Gembleng Mahasiswa Lewat Uji Kompetensi, Siapkan SDM Perhotelan Siap Kerja dan Bersertifikat

Sebanyak 19 mahasiswa Program Studi Perhotelan mengikuti Uji Kompetensi di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Hotel Aryaduta Makassar, Kamis (23 Juli 2026), sebagai bekal memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif.
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA — Komitmen menghadirkan lulusan vokasi yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia industri terus diperkuat Politeknik Bosowa.

Sebanyak 19 mahasiswa Program Studi Perhotelan mengikuti Uji Kompetensi di Tempat Uji Kompetensi (TUK) Hotel Aryaduta Makassar, Kamis (23 Juli 2026), sebagai bekal memasuki dunia kerja yang semakin kompetitif.

Pelaksanaan uji kompetensi ini merupakan hasil kolaborasi antara Politeknik Bosowa dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) MAHAMU Mandiri.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan mahasiswa memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri perhotelan sekaligus memperoleh pengakuan resmi melalui sertifikasi profesi.

Uji kompetensi dilakukan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), di mana setiap peserta menjalani asesmen secara langsung oleh asesor kompetensi pada berbagai unit yang telah ditetapkan.

Suasana asesmen dibuat menyerupai operasional hotel berbintang sehingga mahasiswa dituntut menunjukkan kemampuan teknis, komunikasi, ketelitian, hingga sikap profesional sebagaimana standar yang diterapkan di dunia kerja.

Para peserta diuji pada berbagai bidang, mulai dari front office, food and beverage service, housekeeping, hingga food production.

Pada unit food production, mahasiswa ditantang mengolah dan menyajikan hidangan sesuai standar industri.

Penilaian tidak hanya berfokus pada cita rasa dan tampilan makanan, tetapi juga mencakup ketepatan prosedur kerja, sanitasi, keamanan pangan, hingga teknik penyajian (plating) yang menjadi bagian penting dalam pelayanan hotel berbintang.

Sementara pada unit front office, peserta memperagakan proses pelayanan tamu mulai dari check-in hingga check-out. Di unit housekeeping, mahasiswa menunjukkan keterampilan menata kamar sesuai standar hotel, sedangkan pada food and beverage service, mereka diuji dalam memberikan pelayanan prima kepada tamu secara profesional.

Ketua Program Studi Perhotelan Politeknik Bosowa, Riska Veronika, S.ST., M.Par., mengatakan sertifikasi kompetensi merupakan modal penting bagi mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja karena menjadi bukti bahwa kemampuan yang dimiliki telah memenuhi standar industri.

“Uji kompetensi ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Perhotelan Politeknik Bosowa dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja. Kami berharap seluruh peserta dapat dinyatakan kompeten sehingga memiliki nilai tambah saat memasuki industri perhotelan,” ujar Riska.

Ia menambahkan, industri perhotelan saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi yang telah terverifikasi melalui sertifikasi profesi.

Karena itu, Politeknik Bosowa terus menghadirkan sistem pembelajaran berbasis praktik yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Melalui kolaborasi bersama LSP MAHAMU Mandiri, kampus vokasi tersebut semakin memperkuat implementasi pendidikan berbasis industri.

Sertifikasi kompetensi menjadi bukti nyata komitmen Politeknik Bosowa dalam mencetak lulusan yang memiliki daya saing tinggi, profesional, dan siap berkarier di industri perhotelan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pelaksanaan uji kompetensi ini juga menegaskan bahwa Politeknik Bosowa tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memastikan setiap lulusannya memiliki keterampilan yang diakui secara profesional sehingga mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *