BONE, NALARMEDIA — Komitmen membangun sumber daya manusia unggul melalui sektor pendidikan kembali diperkuat di Kabupaten Bone. Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., secara resmi meluncurkan Program Beasiswa Cendekia BAZNAS Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan penyerahan bantuan kepada 39 mahasiswa penerima beasiswa di Aula Masjid Agung Al-Markaz Al-Ma’arif Bone, Rabu (29 Juli 2026).
Program tersebut menjadi tonggak baru dalam upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu, sekaligus mempertegas peran zakat sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat melalui dunia pendidikan.
Launching program dihadiri Asisten I Setda Bone, Rektor IAIN Bone, Rektor UNM Kampus VI Bone, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone, Kabag Kesra Setda Bone, Ketua beserta jajaran BAZNAS Kabupaten Bone, serta para mahasiswa penerima beasiswa bersama orang tua dan wali mereka.
Pada kesempatan itu, secara simbolis diserahkan bantuan kepada 39 mahasiswa yang berhasil lolos seluruh tahapan seleksi dan akan memperoleh dukungan pendidikan hingga semester delapan.
Ketua Panitia Seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS Bone, Haryany, S.Ag., M.H., menjelaskan bahwa program ini merupakan inovasi baru BAZNAS Kabupaten Bone di bidang pendidikan yang mulai direalisasikan pada tahun 2026.
Sebanyak 54 mahasiswa mengikuti proses seleksi yang meliputi pendaftaran, verifikasi administrasi, wawancara hingga survei lapangan. Setelah melalui proses yang ketat, hanya 39 mahasiswa yang dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan.
“Program Beasiswa Cendekia ini merupakan ikhtiar BAZNAS Kabupaten Bone untuk menghadirkan akses pendidikan bagi mahasiswa yang benar-benar membutuhkan. Seleksi dilakukan secara berjenjang agar bantuan tepat sasaran,” ujar Haryany.
Ia juga mengingatkan para penerima agar memanfaatkan amanah tersebut dengan sungguh-sungguh dalam menempuh pendidikan serta tidak melupakan jasa orang tua, pemerintah, para muzakki, dan seluruh pihak yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS.
“Manfaatkan beasiswa ini sebaik-baiknya sebagai bekal menyelesaikan pendidikan. Kami berharap para penerima kelak menjadi generasi yang sukses dan pada waktunya mampu menjadi muzakki yang membantu sesama,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Bone, Drs. H. Zainal Abidin, menyampaikan bahwa Program Beasiswa Cendekia merupakan salah satu program unggulan BAZNAS di bidang pendidikan. Pada tahap perdana, penerima berasal dari IAIN Bone dan UNM Kampus VI Bone yang telah menjalin nota kesepahaman (MoU) dengan BAZNAS Bone.
Menurutnya, seluruh penerima telah melalui proses verifikasi faktual sehingga bantuan benar-benar diberikan kepada mahasiswa yang layak.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah zakat yang dititipkan masyarakat benar-benar sampai kepada mereka yang berhak. Karena itu seluruh calon penerima kami datangi langsung untuk melihat kondisi riil keluarga mereka,” ungkapnya.
Ia mengaku menemukan banyak kisah perjuangan mahasiswa yang tetap gigih melanjutkan pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
“Harapan kami, semakin banyak perguruan tinggi yang menjalin kerja sama dengan BAZNAS sehingga pada tahun-tahun mendatang semakin banyak mahasiswa di Kabupaten Bone yang dapat merasakan manfaat program beasiswa ini,” katanya.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Bone Dr. H. Andi Akmal Pasluddin memberikan apresiasi tinggi kepada BAZNAS Kabupaten Bone atas lahirnya program tersebut. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang paling efektif dalam memutus rantai kemiskinan sekaligus melahirkan generasi berkualitas.
“Pemerintah Kabupaten Bone memberikan dukungan penuh terhadap program ini. Pendidikan adalah investasi terbaik untuk memutus rantai kemiskinan dan menciptakan sumber daya manusia yang unggul,” tegasnya.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bone untuk terus memperkuat sinergi bersama BAZNAS dalam menghadirkan program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Kami telah berkomitmen untuk memperkuat dukungan terhadap BAZNAS. Semoga kolaborasi antara pemerintah daerah dan BAZNAS terus berkembang sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat Bone,” ujarnya.
Lebih lanjut, Andi Akmal menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong pemerataan akses pendidikan melalui berbagai program, termasuk memastikan tidak ada anak Bone yang terpaksa menghentikan pendidikan karena alasan ekonomi.
“Tidak boleh ada anak Bone yang berhenti sekolah hanya karena keterbatasan biaya. Pemerintah akan terus mendorong akses pendidikan, mulai dari Sekolah Rakyat hingga membuka peluang dukungan bagi mereka yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi,” tandasnya.
Mewakili para penerima beasiswa, Tasya Nufarah Dilla menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh muzakki yang telah mempercayakan zakatnya melalui BAZNAS Kabupaten Bone.
“Beasiswa ini bukan hanya bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menjadi penyemangat bagi kami untuk terus belajar, berprestasi, dan mengejar cita-cita. Insya Allah amanah ini akan kami jaga sebaik-baiknya, dengan harapan suatu saat kami juga dapat menjadi bagian dari para muzakki yang membantu generasi berikutnya,” ucapnya.
Melalui Program Beasiswa Cendekia BAZNAS 2026, diharapkan semakin banyak mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu yang memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi.
Program ini juga menjadi bukti nyata bahwa zakat tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan konsumtif, tetapi juga menjadi investasi masa depan dalam mencetak generasi Bone yang cerdas, mandiri, dan berdaya saing. (red)















