Angkat Sejarah dan Cerita Rakyat, Dosen UMI Dorong Sungai Tello Jadi Wisata Ikonik Makassar

banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA — Tim dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) sukses melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat melalui skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) di Kawasan Wisata Sungai Tello, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Kegiatan tersebut dilanjutkan pada hari Sabtu, 13 Juni 2026.

Kegiatan ini mengusung tema “Sosialisasi & Pendampingan Storytelling Wisata Sungai Tello Berbasis Kearifan Lokal bagi Pengelola Desa Wisata: Strategi Promosi dan Pemberdayaan Komunitas”. Program strategis tersebut berhasil mendapatkan pendanaan penuh dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Tim pelaksana PKM UMI diketuai oleh Dr. Sitti Rahmawati, S.S., M.Pd., dengan beranggotakan dua akademisi senior, yaitu Dr. Abdul Majid, S.Sos., M.Si. dan Prof. Dr. Muhammad Yunus, S.S., M.Pd.

Angkat Nilai Sejarah dan Budaya Lewat Narasi Kreatif

Ketua Tim PKM UMI, Dr. Sitti Rahmawati, S.S., M.Pd., menjelaskan bahwa esensi dari program ini adalah memperkuat kapasitas para pengelola destinasi wisata lokal melalui teknik komunikasi yang berakar kuat pada nilai-nilai budaya setempat. Selama ini, potensi besar Sungai Tello belum tergarap maksimal dari sisi pemaknaan sejarah.

“Kami fokus memberikan edukasi pada metode storytelling atau narasi kreatif berbasis kearifan lokal. Dengan strategi ini, pengelola tidak hanya sekadar menjual keindahan alam aliran Sungai Tello, tetapi juga mampu mengemas sejarah, cerita rakyat, dan tradisi lokal menjadi daya tarik non-fisik yang bernilai jual tinggi bagi wisatawan,” tutur Dr. Sitti Rahmawati saat memberikan materi sosialisasi pada hari Sabtu tanggal 6 Juni 2026.

Menurutnya, sebuah destinasi wisata akan jauh lebih berkesan dan mengakar di benak pengunjung jika memiliki narasi atau ‘jiwa’ yang diceritakan dengan baik oleh masyarakat lokal itu sendiri.

Strategi Promosi Digital dan Kemandirian Komunitas

Selain memberikan pembekalan mengenai teknik menyusun cerita (storytelling), tim pengabdian UMI juga memberikan pendampingan intensif mengenai strategi promosi digital dan pengelolaan manajemen berbasis komunitas (community-based tourism). Hal ini bertujuan agar para pengelola terampil memanfaatkan media sosial untuk memperluas jangkauan promosi.

Di tempat yang sama, Dr. Abdul Majid, S.Sos., M.Si. menekankan pentingnya keterlibatan aktif kelompok sadar wisata (pokdarwis) setempat.

“Kunci keberlanjutan wisata ini ada pada kemandirian komunitasnya. Melalui program ini, kita bangun ekosistem pariwisata yang solid, terorganisir, dan berdampak langsung pada peningkatan roda ekonomi warga di sepanjang bantaran Sungai Tello,” jelasnya.

Sinergi Multi-Pihak demi Wisata Berkelanjutan
Dukungan penuh dari Ditjen Risbang Kemendikbudristek menjadi pemantik besar bagi civitas akademika UMI untuk terus membumikan hasil riset dan keilmuan dosen ke tengah masyarakat luas. Anggota tim lainnya, Prof. Dr. Muhammad Yunus, S.S., M.Pd., menambahkan bahwa keberlanjutan program ini membutuhkan komitmen jangka panjang dari seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah.

Melalui sinergi yang kuat antara tim pakar UMI, masyarakat pengelola, serta dukungan regulasi lokal, kawasan Wisata Sungai Tello ditargetkan mampu bertransformasi menjadi salah satu destinasi wisata unggulan dan ikonik di Kota Makassar, tanpa harus kehilangan identitas asli dan kelestarian lingkungan budayanya. (rls/red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *