Mahasiswa KKN Unhas Ajari UMKM Desa Talawe Kelola Keuangan, Bisnis Makin Tertata

mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) memberikan edukasi pembukuan keuangan sederhana kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Talawe, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang.
banner 325x300

SIDRAP, NALARMEDIA — Pengelolaan keuangan menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga keberlangsungan usaha.

Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) memberikan edukasi pembukuan keuangan sederhana kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Talawe, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Kegiatan yang digelar pada Kamis (30 Juli 2026) tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang diarahkan untuk membantu pelaku UMKM mengelola keuangan usaha secara lebih tertib, sederhana, dan mudah dipantau.

Program ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8, yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN tidak hanya memberikan pemahaman secara teori, tetapi mengajak pelaku UMKM langsung mempraktikkan pencatatan transaksi usaha.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pentingnya pembukuan dalam menjalankan usaha. Mahasiswa menjelaskan bahwa pencatatan keuangan dapat membantu pelaku UMKM mengetahui arus pemasukan dan pengeluaran, sekaligus memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi usaha.

Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan buku kas sederhana, termasuk fungsi setiap kolom yang digunakan dalam pencatatan transaksi.
Setelah memperoleh penjelasan, para pelaku UMKM kemudian mempraktikkan secara langsung cara mencatat transaksi harian.

Mulai dari pemasukan, pengeluaran, hingga berbagai transaksi yang berkaitan dengan aktivitas usaha dicatat secara sederhana dan sistematis.

Pendekatan praktik dipilih agar materi yang diberikan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat langsung diterapkan dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Bagi UMKM, pembukuan sederhana memiliki peran penting karena dapat membantu memisahkan keuangan usaha dengan kebutuhan pribadi.

Dengan pencatatan yang rutin, pelaku usaha juga lebih mudah mengevaluasi perkembangan bisnis dan mengambil keputusan berdasarkan kondisi keuangan yang sebenarnya.

Program tersebut sekaligus mendorong pelaku UMKM Desa Talawe agar semakin sadar bahwa pengelolaan keuangan tidak harus rumit.

Dengan buku kas sederhana dan pencatatan yang konsisten, pelaku usaha sudah dapat membangun dasar pengelolaan bisnis yang lebih sehat.

Mahasiswa KKN Unhas berharap keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat terus diterapkan oleh para pelaku UMKM setelah program pendampingan selesai.

Langkah sederhana dalam mencatat setiap transaksi diharapkan menjadi kebiasaan baru yang mampu memperkuat pengelolaan usaha, meningkatkan daya tahan UMKM, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Talawe secara berkelanjutan. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *