SIDRAP, NALARMEDIA — Transformasi digital terus didorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UMKM Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas).
Kali ini, mereka menghadirkan program Pemetaan UMKM Desa Talawe berbasis digital di Desa Talawe, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Program tersebut dirancang untuk mendata profil pelaku usaha secara lebih terstruktur sekaligus menghadirkan akses informasi UMKM yang lebih modern dan mudah dijangkau masyarakat.
Salah satu inovasi yang menjadi bagian utama program ini adalah pemanfaatan QR Code.
Nantinya, setiap UMKM yang telah terdata akan memiliki identitas digital yang dapat dipindai oleh masyarakat maupun calon konsumen menggunakan telepon seluler.
Melalui QR Code tersebut, pengguna dapat memperoleh berbagai informasi mengenai usaha, mulai dari nama usaha, jenis produk, lokasi, kontak pemilik usaha, hingga katalog produk.
Kehadiran identitas digital ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas UMKM Desa Talawe.
Produk-produk lokal yang selama ini mungkin hanya dikenal di lingkungan sekitar kini memiliki peluang untuk lebih mudah ditemukan oleh konsumen maupun calon mitra usaha.
Program ini juga menjadi langkah awal dalam membangun basis data UMKM yang modern, transparan, dan mudah diakses. Data yang tersusun secara digital dapat menjadi sumber informasi yang lebih praktis untuk mengenali potensi usaha yang berkembang di Desa Talawe.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN melakukan survei langsung ke lapangan dengan mendatangi rumah maupun lokasi usaha para pelaku UMKM.
Pendekatan tersebut memungkinkan mahasiswa memperoleh informasi secara langsung sekaligus mengenali karakteristik dan kebutuhan masing-masing usaha.
Pendataan dilakukan dengan mengidentifikasi profil usaha dan informasi penting lainnya yang kemudian disusun ke dalam sistem informasi digital.
Tidak sekadar melakukan pendataan, mahasiswa juga memperkenalkan manfaat penggunaan teknologi digital kepada pelaku UMKM. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pelaku usaha bahwa teknologi dapat menjadi sarana penting untuk memperluas jangkauan pemasaran dan membangun koneksi dengan konsumen.
Dengan adanya pemetaan berbasis digital, masyarakat nantinya tidak perlu lagi kesulitan mencari informasi mengenai UMKM yang ada di Desa Talawe.
Cukup dengan memindai QR Code, informasi usaha dapat diakses dengan lebih cepat dan praktis.
Bagi pelaku UMKM, inovasi tersebut membuka peluang untuk memiliki “etalase digital” yang dapat memperkenalkan produk mereka kepada khalayak yang lebih luas.
Program KKN Tematik UMKM Gelombang 116 Unhas ini sekaligus menunjukkan peran mahasiswa dalam mendorong digitalisasi ekonomi masyarakat.
Dari pendataan sederhana di lapangan, UMKM Desa Talawe diarahkan untuk memiliki identitas digital yang dapat menjadi modal penting dalam menghadapi perkembangan ekonomi berbasis teknologi.
Ke depan, pemetaan ini diharapkan tidak hanya menjadi database, tetapi berkembang menjadi pintu masuk bagi UMKM Desa Talawe untuk semakin dikenal, terkoneksi, dan naik kelas di era digital.(red)















