Opini  

Londo Ireng

Screenshot
banner 325x300

Oleh: Drs. H. Andi Muawiyah Ramly, M.Si (Anggota DPR RI F-PKB)

Bulan Agustus, Hari Merdeka, adalah hari-hari yang semarak. Hampir semua segmen masyarakat menggunakan kesempatan untuk melakukan kegiatan hiburan dan olahraga. Banyak pertandingan, banyak permainan dilombakan. Di setiap kabupaten kota, tampak latihan baris berbaris.

Latihan gerak jalan pelajar, lebih-lebih mereka yang terpilih menjadi pasukan Paskibaraka. Mereka dilatih oleh TNI di kotanya masing-masing.

Kalau dahulu kala hampir dimana-mana diadakan pertandingan panjat pinang dan baris berbaris, saat ini seiring dengan semakin langkanya pohon pinang, masyarakat beralih pada lomba lari maraton Garda Bangsa PKB, pertandingan futsal, lomba balap sepeda, dan pertandingan domino.

Semua pertandingan disiapkan hadiah- hadiah mulai dari mobil listrik yang disiapkan oleh Garda Bangsa, tiket pergi umroh, sepeda onthel, sepeda motor listrik, kulkas, handphone dan uang.

Hadiah-hadiah yang tidak umum diletakkan di puncak batang pinang sebagaimana hari-hari Agustus dahulu kala.

Aku tentu saja mengapresiasi kegiatan lomba-lomba ini. Apalagi bagi penyelenggara yang cerdas menggunakan AMURE sebagai nama perlombaan mereka, seperti busana kaos Paskibraka Amure di Kecamatan Sibulue, Amure Cup III Futsal Competition di Sinjai, Amure Cup Domino GPB Community di Bone, Lomba Ajatappareng Semarak Merdeka di Kampung Pisang Kota Parepare, bahkan proposal lomba perahu tiang tinggi di Majenne.

Mereka memakai kaos berlogo Amure dan hadiah-hadiah yang disiapkan oleh Tim Amure.

Di balik semua kegembiraan itu, masih tersisa pertanyaan Apakah kita sungguh-sungguh sudah Merdeka. Apakah masih ada di antara kita merasakan gelapnya Indonesia atau menjadi bagian dari _Londo Ireng_ versi era milenial. (/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *