Opini  

Rahasia Spanyol JUARA

Syamril, S.T., M.Pd (Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Kalla)
banner 325x300

Oleh: Syamril, S.T., M.Pd (Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Kalla)

Piala Dunia 2026 telah selesai. Juara Dunia sepak bola telah ditetapkan. Itulah tim Spanyol. Melalui perjuangan panjang dari fase grup, 32, 16, 8, 4 besar hingga akhirnya babak Final.

Spanyol berhasil mengalahkan Argentina dengan skor 1-0.

Apa yang menjadi kunci rahasia Spanyol bisa juara? Mari kita gali dari kata JUARA. Ada 5 kunci yaitu Juang, Unik, Aktif bersama, Risk taker, Ambisi.

Kunci ini juga bisa berlaku kepada para juara di berbagai bidang. Mari kita bahas satu persatu.

Kunci pertama yaitu Juang. Bisa dipastikan para juara memiliki semangat juang yang tinggi. Sejak babak group hingga final. Bermain delapan kali. Saat di babak final, lihatlah Spanyol yang terus-menerus menyerang Argentina. Begitu sulit menembus pertahanan lawan sampai akhirnya pada menit ke 106 bisa mencetak gol.

Prinsip para pejuang yaitu terus berusaha hingga titik darah terakhir. Jangan menyerah untuk melakukan yang terbaik. Gagal-ulangi, salah-perbaiki. Terus mencoba sambil melakukan perbaikan berkelanjutan. Kerja keras, cerdas, antusias, mawas, tuntas, ikhlas dan berintegritas (Prof. Hermawan, ITB).

Kunci kedua yaitu Unik. Ada sesuatu yang berbeda dengan yang lain. Itulah yang menjadi keunggulan. Lihatlah Spanyol dengan permainan tiki taka yang unik dan menghibur.

Umpan pendek dari bawah hingga ke gawang lawan. Kekuatan lain yang menjadi keunikannya yaitu kokohnya lapisan pertahanan. Sepanjang laga Piala Dunia hanya kebobolan satu gol. Mencetak rekor 6 clean sheet dan 650 menit tanpa kebobolan.

Para juara memiliki keunikan. Jika itu produk barang dan jasa disebut value proposition. Ada keunggulan yang sesuai kebutuhan konsumen. Personal pun demikian.

Ada ciri khas yang lebih tajam dan sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman. Membangun personal branding yang kuat.

Kunci ketiga yaitu Aktif bersama. Meskipun punya pemain bintang berusia muda seperti Lamine Yamal, kekuatan tim tetap jadi penentu. Super team, bukan superman.

Hampir semua lini bisa kerja sama dan sinergi. Delapan kali pertandingan melawan tim unggulan, bisa menang 7 kali dengan memasukkan total 13 gol.

Aktif bersama pondasinya kepercayaan (trust) yang membangun sinergi dan kerja sama. Tim bukan hanya sekumpulan orang yang bekerja bersama untuk satu tujuan. Tim adalah sekumpulan orang yang saling percaya satu sama lain (Simon Sinek).

Kunci keempat yaitu Risk taker. Spanyol berani ambil resiko dengan bermain terbuka, menyerang bukan bertahan. Juga berani ambil resiko dengan mayoritas pemain muda. Rata-rata usia pemain 25-26 tahun.

Bahkan Lamine Yamal dan Cubarsi baru berumur 19 tahun dan pertama kali ikut Piala Dunia. Meskipun pemain muda dan belum berpengalaman, sejak awal dan saat unggul tetap berani menyerang, bukan berubah menjadi bertahan.

Kunci kelima yaitu Ambisi. Sejak berangkat ke Piala Dunia dengan skuad mayoritas pemain muda, Spanyol berani dan percaya diri pasang target juara. Apalagi punya sejarah juara pada Piala Dunia 2010. Itu menjadi cambuk semangat untuk kembali juara setelah 16 tahun.

Para juara biasanya orang yang berambisi. Memiliki need of achievement atau motivasi berprestasi yang tinggi. Tapi mereka bukan ambisius dalam arti menghalalkan segala cara. Tetap meraih ambisinya dengan cara yang elegan. Menjaga integritas, profesionalitas dan kredibilitas.

Itulah lima kunci juara Spanyol pada Piala Dunia tahun 2026. Juang, Unik, Aktif bersama, Risk taker, dan Ambisi. Kunci ini juga bisa berlaku untuk siapapun yang ingin menjadi juara. Itulah Rahasia Para Juara.

Ingat, miliki semangat juang yang tinggi, keunikan yang menjadi keunggulan, aktif bersama sebagai super team, berani ambil resiko (risk taker), dan punya ambisi tinggi. Selamat berjuang menjadi juara di berbagai lini kehidupan. Jangan lupa berdo’a dan bertawakkal kepada Allah. Tiada daya dan kekuatan selain dari Allah. (*/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *