MAKASSAR, NALARMEDIA — Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Nobel Indonesia dan Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) resmi memperkuat kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
Kesepakatan tersebut tidak sekadar diarahkan menjadi seremoni kelembagaan.
Kedua institusi pendidikan tinggi itu sepakat memastikan MoU segera diterjemahkan ke dalam program nyata, termasuk penyusunan Memorandum of Agreement (MoA) sebagai dokumen implementasi kerja sama.
Penandatanganan MoU dihadiri Rektor ITB Nobel Indonesia, Dr. Ir. H. Badaruddin, S.T., M.M., IPU., ASEAN Eng., serta Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi PNUP, Dr. Nurhayati, S.Si., M.T., yang hadir mewakili Direktur PNUP.
Rektor ITB Nobel Indonesia, Dr. Ir. H. Badaruddin, menegaskan bahwa kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi merupakan kebutuhan penting di tengah tuntutan pengembangan inovasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, kerja sama yang dibangun harus menghasilkan manfaat konkret dan membuka ruang lebih luas bagi pengembangan riset, pendidikan, serta berbagai program strategis lainnya.
Ia bahkan mengungkapkan, kolaborasi antara dosen ITB Nobel Indonesia dan PNUP sejatinya telah berlangsung sebelum MoU resmi diteken.
Kerja sama tersebut telah menghasilkan capaian berupa keberhasilan memperoleh hibah penelitian.
“Di era sekarang, kerja sama antarinstitusi adalah sebuah kebutuhan. Semakin banyak kita berkolaborasi, tentu semakin banyak peluang yang bisa dikembangkan,” ujar Badaruddin.
Ia berharap pengalaman kolaborasi riset tersebut menjadi pijakan untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang.
“Kami berharap MoU ini tidak hanya menjadi sleeping MoU, tetapi benar-benar bisa diimplementasikan dalam banyak hal yang kita kembangkan bersama,” tegasnya.
Senada dengan itu, Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi PNUP, Dr. Nurhayati, S.Si., M.T., menekankan pentingnya tindak lanjut di tingkat unit kerja teknis.
Menyampaikan pesan dari Direktur PNUP, Nurhayati mengatakan penandatanganan MoU harus menjadi awal dari berbagai kegiatan bersama yang terukur dan berkelanjutan.
“Pesan dari Pak Direktur, semoga MoU ini tidak selesai sampai pada penandatanganan hari ini saja, tetapi segera ada tindak lanjut dan kegiatan yang dilakukan bersama hingga muncul dokumen implementasi kerja sama,” ungkapnya.
Menurut Nurhayati, kolaborasi antarkampus menjadi semakin penting karena masing-masing institusi memiliki potensi yang dapat saling melengkapi.
“Sekarang bukan zamannya lagi saling bersaing, melainkan kolaborasi memanfaatkan potensi bersama demi membina generasi muda bangsa,” tegasnya.
Kerja sama ITB Nobel Indonesia dan PNUP ini pun diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang lebih kolaboratif.
Tidak berhenti pada dokumen MoU, kedua kampus didorong segera menghadirkan program bersama yang memberikan dampak nyata bagi sivitas akademika, pengembangan riset, hingga peningkatan kualitas generasi muda. (red)















