BONE, NALARMEDIA — Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan.
Fenomena inilah yang coba diangkat DL Entertainment melalui film bertajuk “Akal Imitasi (AI)”.
Film tersebut menjadi bahan audiensi DL Entertainment bersama para talent dengan Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bone, Hj. Maya Damayanti, S.P., di Rumah Jabatan Wakil Bupati Bone, Sabtu (15 Agustus 2026).
Pertemuan itu membahas rencana sekaligus substansi film yang mengangkat persinggungan antara pendidikan, perkembangan teknologi, dan kecerdasan buatan.
“Akal Imitasi” mengambil latar tahun 2029. Dalam cerita, sistem pembelajaran otomatis berbasis AI bernama PIKO mulai diuji coba dan perlahan mendominasi lingkungan sekolah.
Kehadiran teknologi tersebut kemudian memunculkan pertanyaan besar: sejauh mana teknologi dapat mengambil alih proses pendidikan, dan apakah peran guru serta esensi belajar dapat benar-benar digantikan oleh mesin?
Melalui cerita tersebut, film ini tidak sekadar menawarkan gambaran tentang kemajuan teknologi. Lebih jauh, “Akal Imitasi” mengajak penonton melihat secara kritis hubungan antara manusia, teknologi, pendidikan, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menyambut positif kehadiran DL Entertainment dan para talent film tersebut.
Ia menilai karya yang mengangkat isu pendidikan dan perkembangan AI memiliki nilai edukatif sekaligus dapat menjadi ruang refleksi bagi masyarakat.
“Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan harus kita sikapi dengan bijak. Teknologi dapat membantu manusia, tetapi nilai pendidikan, keteladanan guru, karakter, dan hubungan antarmanusia tetap memiliki tempat yang sangat penting,” ujar Andi Akmal.
Menurutnya, kemajuan AI harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter. Terlebih, dunia pendidikan tidak hanya berbicara mengenai transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan sikap, keteladanan, empati, dan kemampuan manusia untuk berinteraksi dengan sesamanya.
Karena itu, ia menegaskan bahwa teknologi semestinya ditempatkan sebagai alat untuk memperkuat kualitas pendidikan, bukan menggantikan manusia yang menjadi inti dari proses pembelajaran.
“Kita berharap film ini bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga memberikan edukasi dan mengajak masyarakat berpikir tentang bagaimana teknologi seharusnya digunakan secara bijak,” katanya.
Dukungan terhadap film tersebut juga datang dari Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Bone, Hj. Maya Damayanti. Ia mengapresiasi karya kreatif yang membawa pesan edukatif dan relevan dengan kehidupan generasi masa kini maupun masa depan.
Menurutnya, seni dan perfilman memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat dengan cara yang lebih dekat dan mudah diterima, terutama oleh kalangan generasi muda.
Audiensi ini sekaligus membuka ruang sinergi antara pemerintah daerah dan insan kreatif untuk menghadirkan karya yang tidak berhenti pada aspek hiburan. Film diharapkan mampu membawa pesan pendidikan, sosial, sekaligus kemanusiaan.
Melalui “Akal Imitasi”, DL Entertainment dan para talent diharapkan dapat mengajak masyarakat merenungkan satu hal penting: sehebat apa pun perkembangan kecerdasan buatan, manusia tetap harus menjadi pusat pendidikan dan pembangunan peradaban. (red)















