59 Lulusan Cumlaude, 37 Magang di Taiwan: Politeknik Bosowa Cetak SDM Vokasi Berdaya Saing Global

Politeknik Bosowa (Poltekbos) kembali menunjukkan kualitasnya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) vokasi yang unggul dan siap bersaing di dunia kerja.
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA — Politeknik Bosowa (Poltekbos) kembali menunjukkan kualitasnya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) vokasi yang unggul dan siap bersaing di dunia kerja.

Pada Yudisium Tahun Akademik 2026, sebanyak 72 mahasiswa dari berbagai program studi resmi dinyatakan lulus setelah menyelesaikan seluruh proses akademik dan memenuhi kompetensi sebagai lulusan pendidikan vokasi.

Prosesi yudisium yang digelar Kamis (20 Agustus 2026) tersebut bukan sekadar seremoni pelepasan mahasiswa.

Momentum ini menjadi gambaran capaian pendidikan Poltekbos yang semakin menonjol, tidak hanya dari sisi prestasi akademik, tetapi juga pengalaman industri, pengembangan soft skills hingga kemampuan beradaptasi di lingkungan kerja internasional.

Dari 72 peserta yudisium, sebanyak 59 lulusan atau sekitar 82 persen meraih predikat Dengan Pujian (Cumlaude).

Sementara rata-rata Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) lulusan mencapai 3,68.

Capaian tersebut menunjukkan konsistensi para mahasiswa dalam menjalani proses pembelajaran sekaligus menjadi indikator kualitas akademik yang berhasil dipertahankan hingga akhir masa studi.

Tak Hanya Unggul di Ruang Kuliah

Keunggulan lulusan Poltekbos juga tercermin dari aktivitas mereka di luar ruang akademik. Hal itu terlihat dari capaian Satuan Kredit Kegiatan Mahasiswa (SKKM) yang berada pada rentang 150 hingga 392 poin.

SKKM tersebut diperoleh melalui berbagai aktivitas, mulai dari organisasi dan kepemimpinan, pengabdian kepada masyarakat, kompetisi, sertifikasi hingga pengembangan kemampuan nonakademik.

Dengan demikian, para lulusan tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga pengalaman yang mendukung pembentukan karakter, kepemimpinan, komunikasi dan kemampuan beradaptasi.

Kesiapan memasuki dunia kerja pun telah terlihat sebelum prosesi yudisium berlangsung. Sebanyak 18 lulusan atau 25 persen tercatat telah bekerja maupun mulai merintis usaha.

37 Lulusan Rasakan Pengalaman Kerja di Taiwan

Salah satu capaian yang paling menonjol dalam yudisium tahun ini adalah tingginya pengalaman internasional yang dimiliki para lulusan.

Sebanyak 37 lulusan atau sekitar 52 persen telah mengikuti program magang internasional di Taiwan.

Program tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk merasakan langsung lingkungan kerja di perusahaan luar negeri sekaligus mengasah kompetensi profesional dan kemampuan beradaptasi dengan budaya kerja global.

Lebih membanggakan, lima lulusan bahkan memperoleh kepercayaan untuk kembali bekerja di Taiwan setelah menyelesaikan program magang.

Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa kompetensi lulusan Poltekbos mampu mendapatkan pengakuan dari dunia industri internasional.

Vokasi Harus Dekat dengan Industri

Direktur Politeknik Bosowa, Dr. Ir. Isminarti, S.T., M.T., mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari proses pendidikan vokasi yang mengedepankan keseimbangan antara teori, praktik dan pengalaman industri.

“Yudisium hari ini merupakan awal dari perjalanan baru bagi para lulusan. Kami bangga melihat pencapaian mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman kerja nyata, bahkan di tingkat internasional,” ujar Isminarti.

Menurutnya, tingginya jumlah lulusan berpredikat cumlaude, mahasiswa yang telah bekerja, hingga keberhasilan peserta magang yang kemudian direkrut kembali oleh perusahaan di Taiwan menunjukkan relevansi pendidikan vokasi Poltekbos dengan kebutuhan industri.

Ia berharap para alumni mampu terus menjaga nama baik almamater, beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menjadi agen perubahan di mana pun mereka berkarya.

Sementara itu, DIC Bosowa Education, Asrul Hidayat, menilai capaian tersebut menjadi wujud komitmen Bosowa Education dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang berorientasi pada kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

“Lulusan Politeknik Bosowa hari ini bukan hanya membawa ijazah, tetapi juga kompetensi, pengalaman, dan mentalitas kerja yang telah ditempa melalui praktik industri, termasuk di perusahaan internasional,” katanya.

Menurut Asrul, pengalaman tersebut menjadi modal penting bagi para lulusan untuk menghadapi persaingan pasar kerja global.

Bekal Akademik dan Pengalaman Global

Yudisium Tahun Akademik 2026 akhirnya menjadi momentum yang mempertegas arah Politeknik Bosowa dalam mencetak lulusan vokasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pengalaman praktis dan wawasan global.

Dengan 82 persen lulusan meraih predikat cumlaude, rata-rata IPK 3,68, 25 persen telah bekerja atau merintis usaha, serta 52 persen memiliki pengalaman magang internasional di Taiwan, para lulusan tahun ini membawa bekal yang cukup kuat untuk memasuki fase baru kehidupan profesional.

Poltekbos pun berharap capaian tersebut dapat terus dikembangkan sehingga para alumni mampu menjadi tenaga profesional yang adaptif, produktif dan kompetitif, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi dunia industri, masyarakat dan pembangunan Indonesia.

Yudisium bukan akhir perjalanan, melainkan awal bagi 72 lulusan Poltekbos untuk membuktikan bahwa pendidikan vokasi mampu melahirkan talenta yang siap bekerja, siap berinovasi, dan siap bersaing di panggung global. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *