DLH Makassar Ingatkan Bahaya Bakar Sampah: Praktis Sesaat, Dampaknya Bisa Mengancam Lingkungan!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mengajak masyarakat meninggalkan kebiasaan membakar sampah dan beralih ke cara pengelolaan yang lebih aman, bijak, serta ramah lingkungan.
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA.ID – Membakar sampah kerap dianggap sebagai cara paling praktis untuk membersihkan lingkungan. Namun, di balik kemudahan tersebut, tersimpan risiko yang dapat berdampak luas terhadap kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Melihat hal itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar mengajak masyarakat meninggalkan kebiasaan membakar sampah dan beralih ke cara pengelolaan yang lebih aman, bijak, serta ramah lingkungan.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan dengan menghilangkannya dari pandangan. Sampah perlu dikelola dengan benar agar tidak menimbulkan masalah baru bagi lingkungan sekitar.

Pembakaran sampah secara terbuka dapat menghasilkan asap dan polutan yang mencemari udara. Risiko semakin besar ketika api tidak terkendali hingga berpotensi merambat ke area sekitar dan memicu kebakaran.

Asap pembakaran juga dapat mengganggu kenyamanan warga serta memperburuk kualitas udara yang dihirup setiap hari. Karena itu, kebiasaan membakar sampah perlu diubah menjadi perilaku yang lebih bertanggung jawab.

DLH Kota Makassar mendorong masyarakat memulai pengelolaan sampah dari rumah melalui langkah sederhana, yakni memilah sampah berdasarkan jenisnya, memanfaatkan kembali barang yang masih bernilai, serta memastikan sampah yang tersisa ditangani melalui jalur pengelolaan yang tepat.

Sampah organik, misalnya, dapat diolah menjadi kompos apabila dikelola dengan cara yang sesuai. Sementara itu, sampah anorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dipilah untuk digunakan kembali atau disalurkan ke bank sampah dan fasilitas daur ulang.

Adapun sampah residu yang tidak dapat dimanfaatkan kembali perlu dipisahkan dan diserahkan melalui sistem pengangkutan serta pengelolaan sampah yang berlaku.

Langkah tersebut tidak hanya membantu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir, tetapi juga membangun kebiasaan hidup bersih dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Upaya menjaga kebersihan kota, dengan demikian, tidak cukup hanya mengandalkan petugas kebersihan. Peran aktif warga dalam mengurangi, memilah, dan mengelola sampah dari sumbernya menjadi bagian penting untuk menciptakan lingkungan yang sehat.

Melalui sosialisasi ini, DLH Kota Makassar mengajak masyarakat menjadikan pengelolaan sampah sebagai kebiasaan sehari-hari, bukan sekadar kegiatan sesaat ketika lingkungan terlihat kotor.

Berhenti membakar sampah, mulai memilah dari rumah. Kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama dapat menjadi langkah nyata menjaga udara tetap bersih, mencegah risiko kebakaran, dan mewujudkan Kota Makassar yang lebih sehat serta nyaman bagi semua. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *