MYP Andalan Sulsel: Buka Jalan, Tumbuhkan Harapan

Suasana dari atas progres pembangunan ruas jalan poros Ujung Lamuru–Palattae di Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. (Sulselprov.go.id)
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA — Jalan yang dahulu berlubang dan rusak perlahan dibenahi. Ada, Multi Years Project (MYP). Program andalan. Satu hati untuk Sulsel.

Di tengah debu proyek dan deru alat berat, masyarakat mulai membayangkan satu hal sederhana: perjalanan yang makin lancar, hasil pertanian bisa lebih mudah dipasarkan, hingga roda ekonomi yang bergerak lebih cepat.

Harapan itu dirasakan Agung Pramono (33), warga Desa Mamminasae, Kecamatan Lamuru, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.

Bagi bapak dua anak tersebut, pembangunan melalui skema Multi Years Project (MYP) yang digaungkan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi bukan semata proyek memperbaiki badan jalan.

Menurutnya, pembangunan jalan justru dapat menjadi pintu masuk bagi perubahan kehidupan masyarakat di wilayah yang selama ini berada jauh dari pusat pertumbuhan ekonomi.

Agung merupakan salah satu warga yang kerap melintasi ruas jalan poros Ujung Lamuru–Palattae di Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, yang saat ini tengah dikerjakan melalui skema MYP.

Lelaki penikmat kopi ini mengakui, selama proses pekerjaan berlangsung, kondisi jalan masih berdebu. Namun, para pekerja disebut berupaya menjaga kenyamanan pengguna jalan dengan melakukan penyiraman secara berkala.

“Memang sementara pengerjaan berdebu, tetapi setiap sejam sekali ada mobil penyiram sehingga tidak berdebu,” cerita Agung, Rabu (9 September 2026).

Meski kondisi jalan sebelumnya dipenuhi lubang dan mengalami kerusakan, Agung menyebut jalur tersebut tetap ramai dilalui kendaraan.

Pasalnya, ruas Ujung Lamuru–Palattae menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat dari wilayah Soppeng dan Wajo menuju Kota Makassar.

“Jalan berlubang dan rusak saja tetap ramai dilalui, bagaimana kalau sudah mulus nantinya,” ucapnya.

Ia bahkan memproyeksikan, setelah pembangunan rampung, aktivitas ekonomi masyarakat khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat ikut meroket.

Agung memperkirakan pendapatan pelaku UMKM di sepanjang jalur tersebut berpotensi bertambah sekitar 20 hingga 30 persen seiring meningkatnya mobilitas kendaraan.

“Karena paling sedikit 1.000-an kendaraan yang lewat per hari,” tuturnya.

Bagi Agung, pembangunan jalan juga bukan hanya persoalan mempercepat perjalanan. Jalan yang semakin baik akan membuat wilayah pelosok lebih terbuka, memperluas akses masyarakat, sekaligus menghadirkan peluang baru bagi usaha-usaha kecil di sepanjang jalur tersebut.

Banyak Dimensi

Program MYP 2025-2027 yang diresmikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan pada Oktober 2025 tersebut memiliki total anggaran mencapai Rp3,7 triliun.

Anggaran yang tidak sedikit itu bersumber dari hasil efisiensi APBD Pemprov Sulsel dan dialokasikan untuk menggenjot pembangunan infrastruktur strategis, mulai dari jalan, irigasi hingga pembangunan rumah sakit regional. Banyak dimensi.

Porsi terbesar dialokasikan untuk pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulsel.

Sebanyak 1.000 kilometer jalan ditargetkan mendapatkan penanganan yang menyasar 85 ruas jalan di berbagai wilayah dengan anggaran sekitar Rp2,5 triliun.

Selain jalan, program tersebut juga mengakomodasi pembangunan irigasi senilai sekitar Rp780 miliar yang diproyeksikan melayani sekitar 54.000 hektare sawah.

Sementara pembangunan Rumah Sakit Regional Selatan di Gowa dan Rumah Sakit Regional Utara di Luwu mendapat alokasi sekitar Rp485 miliar.

Pembangunan berbagai infrastruktur tersebut saat ini masih berjalan dan ditargetkan rampung pada tahun depan.

BupAAS: Bawa Manfaat, Ekonomi Bergerak

Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman (BupAAS) menilai program MYP Pemprov Sulsel membawa manfaat besar bagi masyarakat.

Namun, ia mengingatkan agar besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah berbanding lurus dengan kualitas pekerjaan di lapangan.

Menurutnya, seluruh pekerjaan harus dilaksanakan dengan baik dan diselesaikan sesuai rencana kerja yang telah ditetapkan.

BupAAS menegaskan pembangunan jalan bukan semata membangun fisik infrastruktur, tetapi juga membangun harapan masyarakat untuk mendapatkan akses transportasi yang lebih baik.

Jalan yang semakin baik akan memperlancar distribusi hasil pertanian, memangkas waktu tempuh, menekan biaya transportasi, sekaligus membuka ruang tumbuhnya aktivitas perdagangan dan investasi hingga ke wilayah pedesaan.

“Ketika jalan bagus, hasil pertanian lebih mudah dipasarkan, mobilitas masyarakat semakin lancar, dan roda perekonomian bergerak lebih cepat. Inilah yang menjadi tujuan utama pembangunan,” sebut bupati penerima Piagam Penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto atas dedikasi serta kontribusi nyata Pemerintah Kabupaten Bone dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan melalui peningkatan produksi beras nasional yang signifikan sepanjang tahun 2025.

Dukungan Pemprov Sulsel melalui program pembangunan ruas jalan provinsi dengan skema MYP, kata BupAAS, menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas.

Genjot Percepatan 

Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menuturkan bila seluruh paket pekerjaan infrastruktur dalam program skema MYP akan berjalan sesuai perencanaan.

Hingga awal September 2026, progres pekerjaan berada pada kisaran 20 hingga 35 persen untuk sejumlah paket.

Dari total sasaran 1.000 kilometer ruas jalan kewenangan provinsi, lebih dari 300 kilometer disebut telah dikerjakan.

Paket 1 dengan panjang penanganan 300,24 kilometer yang mencakup 13 ruas jalan dan nilai kontrak sekitar Rp430 miliar telah mencapai progres sekitar 33 persen.

Paket 2 sepanjang 209 kilometer yang mencakup 10 ruas jalan dengan nilai sekitar Rp274 miliar mencapai progres sekitar 24 persen.

Paket 3 dengan penanganan sepanjang 254 kilometer pada 15 ruas jalan senilai Rp478 miliar telah mencapai sekitar 30 persen.

Paket 4 sepanjang 286 kilometer yang mencakup 15 ruas jalan dengan nilai Rp615 miliar berada pada progres sekitar 13 persen.

Sementara Paket 5 dengan panjang penanganan 218 kilometer yang mencakup 10 ruas jalan dan nilai kontrak Rp383,5 miliar telah mencapai sekitar 20 persen.

Selanjutnya Paket 6 yang mulai berjalan pada pertengahan 2026 memiliki panjang penanganan 157,49 kilometer, mencakup 20 ruas jalan dengan nilai sekitar Rp239 miliar.

Progresnya saat ini berada pada kisaran 2 hingga 3 persen.

Gubernur Andi Sudirman optimistis seluruh pekerjaan yang masuk dalam program MYP 2025-2027 dapat terus dipercepat sesuai tahapan dan target yang telah ditetapkan.

Pemerataan Pembangunan

Koordinator Harian Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel, Mizar Roem, menilai pendekatan pembangunan melalui skema tahun jamak semakin memperkuat pemerataan pembangunan di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, konsistensi pembangunan lintas sektor yang dilakukan Andi Sudirman Sulaiman membuatnya semakin layak disebut sebagai “Bapak Pembangunan” Sulawesi Selatan.
Mizar menilai keberlanjutan program MYP menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di Sulsel.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan Andi Ihsan menjelaskan, program skema MYP dirancang untuk mempercepat peningkatan kualitas jalan provinsi sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.

Pembangunan jalan melalui skema tahun jamak tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas jalan provinsi hingga masuk dalam kategori jalan mantap.

“Program ini bertujuan bagaimana koneksitas jalan Provinsi Sulawesi Selatan masuk dalam kapasitas kategori jalan mantap hingga menimbulkan efek ekonomi Sulsel meningkat dan lancar,” jelasnya.

Pada akhirnya, pembangunan jalan tidak berhenti pada aspal yang menghampar panjang di antara desa dan kota.

Di sana ada waktu tempuh yang dipangkas, ongkos angkut yang ditekan, hasil pertanian yang lebih cepat sampai ke pasar, warung-warung kecil yang kembali ramai, hingga mimpi masyarakat pelosok untuk tumbuh bersama pembangunan.

Sebab ketika jalan terbuka, bukan hanya akses yang terbuka. Harapan pun ikut menemukan jalannya. (Muhammad Ashri Samad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *