MAKASSAR, NALARMEDIA — Empat musim terakhir menjadi panggung kejayaan SMAN 11 Makassar (Eleven). Tim basket putri berjuluk Eleven itu konsisten bertengger di posisi teratas Honda DBL with Kopi Good Day South Sulawesi.
Kini, mereka kembali dengan misi yang tak berubah: mempertahankan mahkota dan memburu gelar kelima secara beruntun.
Namun, perjalanan menuju trofi kelima dipastikan tak mudah. Sebagai juara bertahan empat kali berturut-turut, Srikandi Eleven harus menghadapi tantangan sekaligus tekanan untuk mempertahankan standar yang telah mereka bangun.
Misi tersebut mereka bawa menuju Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sulawesi yang akan berlangsung di GOR UMI Makassar.
Pemain kelas XII SMAN 11 Makassar, Nurfadillah, yang akrab disapa Dilla, mengakui status sebagai juara bertahan memberikan tekanan tersendiri bagi tim.
Alih-alih menjadikannya beban, Eleven justru merespons ekspektasi tersebut dengan meningkatkan kualitas persiapan. Program latihan dibuat lebih berat, terarah, dan rinci dibandingkan musim sebelumnya.
“Persiapan ke DBL tahun ini diusahakan lebih mantap lagi, lebih rinci, lebih bagus dari tahun kemarin. Latihannya jelas lebih berat dan lebih keras karena DBL kan hadirnya setahun sekali,” ujar Dilla.
Bukan Sekadar Mengandalkan Pengalaman
Bagi Eleven, pengalaman meraih empat gelar secara beruntun bukan alasan untuk bersantai. Mereka menyadari setiap musim membawa tantangan dan persaingan yang berbeda.
Karena itu, latihan menjadi salah satu fokus utama. Para pemain terus digembleng untuk meningkatkan kemampuan sekaligus menjaga kesiapan menghadapi pertandingan.
Meski intensitas latihan meningkat, suasana di dalam tim tetap dijaga agar tidak terlalu tegang. Kekompakan menjadi bagian penting dari perjalanan mereka.
Dilla mengungkapkan, para pemain kerap bercanda setelah latihan untuk menghilangkan rasa lelah dan jenuh.
“Banyak yang bercanda untuk mencairkan suasana lelah, jenuh, dan capek setelah selesai latihan,” katanya.
Keseimbangan antara kerja keras, kekompakan, dan kondisi mental menjadi modal Eleven untuk menghadapi musim baru.
Tak Sibuk Cari Lawan Terberat
Sebagai juara bertahan, Eleven tentu menjadi salah satu tim yang mendapat perhatian dari para pesaing. Namun, Dilla dan rekan-rekannya memilih tidak terlalu larut dalam memikirkan siapa lawan yang paling berbahaya.
Fokus mereka justru diarahkan pada peningkatan kualitas tim sendiri.
“Kalau buat lawan terberatnya buat tim kami, mungkin belum ada,” tegas Dilla.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Eleven ingin memasuki kompetisi dengan mengandalkan persiapan internal, bukan sekadar mengantisipasi kekuatan tim lain.
Musim Terakhir Dilla, Target Tetap Juara
Honda DBL musim 2026 memiliki makna tersendiri bagi Dilla. Berstatus sebagai pemain kelas XII, kompetisi kali ini menjadi kesempatan terakhirnya mengenakan seragam SMAN 11 Makassar di panggung DBL.
Karena itu, target pribadi dan tim pun semakin kuat: menembus partai final dan membawa pulang trofi untuk kelima kalinya secara beruntun.
“Tujuannya udah pasti final dan insyaAllah bisa jadi juara lagi di musim ini,” pungkas Dilla.
Jika target tersebut terealisasi, Eleven akan menorehkan catatan baru dalam perjalanan mereka di DBL South Sulawesi. Bagi Dilla, gelar kelima juga bisa menjadi penutup manis perjalanan kompetitifnya bersama SMAN 11 Makassar.
DBL 2026-2027 Hadir di 31 Kota
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 akan kembali digelar di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi di Indonesia.
Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket menuju DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak hanya kompetisi basket, musim ini juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema “100% Indonesia”.
Seluruh pertandingan dapat disaksikan melalui kanal YouTube DBL Play. Khusus laga final, pertandingan juga tersedia melalui YouTube Good Day ID. (*)















