BONE, NALARMEDIA.ID — Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, diproyeksikan menjadi salah satu kawasan yang bakal mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun ke depan.
Sejumlah proyek strategis mulai diarahkan ke wilayah tersebut, mulai dari sektor pertanian dan peternakan hingga pendidikan.
Deretan proyek itu diproyeksikan membawa investasi bernilai triliunan rupiah sekaligus membuka peluang kerja dalam jumlah besar bagi masyarakat.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman (BupAAS) mengungkapkan hal tersebut saat memberikan sambutan di hadapan ratusan jamaah Salat Jumat di Masjid Raya Bakunge, Jumat (25 September 2026).
Menurut BupAAS, geliat pembangunan di Mappesangka akan semakin meningkat seiring masuknya sejumlah proyek strategis pemerintah.
Karena itu, ia meminta masyarakat, khususnya generasi muda Bone, mulai mempersiapkan diri agar tidak kehilangan peluang ketika berbagai proyek tersebut mulai beroperasi.
“Saya berharap anak-anak kita, tenaga lokal kita, harus mempersiapkan diri. Karena ke depan akan banyak tenaga kerja yang dibutuhkan dan tenaga lokal harus menjadi prioritas,” ujar Andi Asman.
Pabrik Pakan hingga Sapi Perah
Salah satu proyek besar yang disebut Bupati adalah pembangunan pabrik pakan ternak ayam atau kawasan hilirisasi ayam terintegrasi di Mappesangka.
Proyek tersebut memiliki nilai investasi mencapai triliunan rupiah dan dirancang menjadi bagian dari pengembangan ekosistem peternakan yang menghubungkan produksi dari hulu hingga hilir.
Tak hanya pabrik pakan, pemerintah juga menyiapkan rencana pembangunan pabrik sapi perah di kawasan tersebut.
Kehadiran proyek-proyek itu diyakini akan menciptakan aktivitas ekonomi baru, mulai dari kebutuhan tenaga kerja, bahan baku, jasa pendukung hingga peluang usaha masyarakat sekitar.
“Belum lagi akan hadir pabrik sapi perah di daerah ini. Kita patut bersyukur karena banyak proyek negara yang masuk ke daerah kita,” kata BupAAS.
SMA Taruna hingga Rencana Kampus Unhas
Transformasi Mappesangka, menurut Andi Asman, tidak hanya bergerak di sektor ekonomi dan peternakan.
Sejumlah proyek di bidang pendidikan juga disebut akan diarahkan ke kawasan tersebut, termasuk pembangunan SMA Taruna serta rencana pembangunan kampus Universitas Hasanuddin (Unhas).
Masuknya fasilitas pendidikan tersebut dinilai akan memperkuat ekosistem kawasan sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat Bone.
Namun, BupAAS mengingatkan pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Ia meminta para orang tua mendorong anak-anak mereka untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin agar generasi muda Bone mampu mengisi berbagai peluang yang lahir dari perkembangan kawasan tersebut.
Jangan Sampai Jadi Penonton
Andi Asman menekankan, besarnya investasi yang masuk ke Bone harus diikuti kesiapan masyarakat lokal.
Menurutnya, generasi muda harus memiliki pendidikan dan keterampilan yang memadai agar dapat bersaing dan mengambil posisi strategis di tengah berkembangnya investasi.
Ia bahkan mendorong anak-anak Bone memanfaatkan berbagai peluang pendidikan, termasuk melanjutkan studi ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) maupun perguruan tinggi ternama di Makassar.
Lulusan perguruan tinggi, kata dia, akan memiliki peluang lebih luas untuk berkarier, baik di pemerintahan maupun dunia usaha.
“Anak-anak kita harus disekolahkan setinggi-tingginya. Kalau ada kesempatan kuliah, silakan kuliah. Kita persiapkan mereka agar ketika proyek-proyek ini berjalan, anak-anak kita tidak hanya menjadi penonton, tetapi bisa menjadi bagian di dalamnya,” tutur Andi Asman.
Mappesangka dan Masa Depan Ekonomi Bone
Pesan BupAAS tersebut menegaskan bahwa pembangunan Mappesangka tidak semata-mata berbicara mengenai pembangunan pabrik atau infrastruktur.
Lebih jauh, kawasan tersebut diproyeksikan menjadi salah satu titik pertumbuhan ekonomi baru di Bone.
Pabrik pakan, peternakan sapi perah, pengembangan pertanian, serta fasilitas pendidikan berpotensi menciptakan mata rantai ekonomi yang melibatkan masyarakat lokal.
Tantangannya kini adalah memastikan masyarakat Bone memiliki kapasitas untuk masuk ke dalam mata rantai tersebut.
Bagi pemerintah daerah, pembangunan menjadi momentum untuk memperkuat ekonomi. Bagi masyarakat, terutama generasi muda, pembangunan tersebut sekaligus menjadi panggilan untuk meningkatkan pendidikan dan keterampilan.
Andi Asman berharap geliat pembangunan yang mulai diarahkan ke Mappesangka dapat memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone di masa mendatang. (red)















