Wabup AAP Sentil Perencanaan Asal-asalan: Data Harus Akurat, Anggaran Wajib Tepat Sasaran!

banner 325x300

BONE, NALARMEDIA.ID – Wakil Bupati (Wabup) Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.P., M.M., (AAP) menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak cukup diukur dari besarnya anggaran yang terserap.

Lebih dari itu, setiap program harus direncanakan secara matang, berbasis data akurat, dan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Pesan tegas tersebut disampaikan Andi Akmal saat membuka secara resmi Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tahun 2026 yang dihadiri perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Menurutnya, perencanaan yang lemah berpotensi membuat program pembangunan tidak mencapai hasil maksimal, meskipun telah didukung anggaran yang memadai.

“Keberhasilan suatu program sangat ditentukan oleh perencanaannya. Karena itu, perencanaan harus menjadi perhatian utama. Banyak program tidak mencapai hasil maksimal karena sejak awal tidak didukung perencanaan yang baik,” tegasnya.

Jangan Sekadar Serap Anggaran

Andi Akmal mengingatkan, monitoring dan evaluasi tidak boleh dipandang hanya sebagai kewajiban administratif. Keduanya harus menjadi instrumen untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai target, sekaligus mengukur sejauh mana anggaran yang digunakan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia yang menangani perencanaan pembangunan. Para perencana dituntut memiliki kompetensi, pengalaman, serta kemampuan membaca kondisi daerah secara objektif.

Selain itu, setiap kebijakan dan program harus disusun berdasarkan data yang valid dan kondisi nyata di lapangan. Pendekatan bottom-up atau perencanaan dari bawah juga perlu diperkuat agar aspirasi serta kebutuhan masyarakat menjadi landasan utama dalam menentukan prioritas pembangunan.

“Data yang digunakan harus akurat dan sesuai dengan kondisi sebenarnya, bukan dibuat-buat. Perencanaan juga harus berangkat dari kebutuhan masyarakat di bawah. Dengan begitu, program yang dirumuskan akan lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat yang nyata,” jelasnya.

Provinsi dan Kabupaten/Kota Harus Sejalan

Dalam forum tersebut, Andi Akmal juga mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperkuat koordinasi dan fasilitasi pembangunan bersama pemerintah kabupaten/kota.

Ia menilai, keberhasilan pembangunan Sulawesi Selatan tidak bisa dilepaskan dari kemajuan setiap daerah. Kabupaten/kota merupakan wilayah yang berhadapan langsung dengan masyarakat sehingga perencanaan pembangunan provinsi harus selaras dengan kebutuhan dan potensi daerah.

“Kabupaten/kota merupakan wilayah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karena itu, kami berharap koordinasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota terus diperkuat, sehingga perencanaan pembangunan dapat berjalan searah dan memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi serta pemerataan pembangunan di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Wakil Bupati Bone yang memiliki pengalaman 10 tahun di DPRD Provinsi Sulawesi Selatan dan 10 tahun di DPR RI itu juga menekankan bahwa pembangunan daerah harus berorientasi pada tujuan bernegara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, terutama melindungi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, dibutuhkan perencanaan yang kuat, terarah, dan terintegrasi lintas pemerintahan.

Dorong Bone Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi

Andi Akmal turut menyoroti pentingnya pemerataan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan. Ia berharap kawasan Bone dan sekitarnya mendapat perhatian lebih dalam pengembangan ekonomi wilayah timur provinsi.

Menurutnya, penguatan pusat pertumbuhan ekonomi di luar kawasan yang selama ini dominan dapat membuka peluang pembangunan yang lebih merata, mendorong aktivitas ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terhadap pembangunan di Kabupaten Bone, termasuk bantuan keuangan untuk pembangunan infrastruktur jalan yang manfaatnya telah dirasakan masyarakat.

Monev Fokus Empat Agenda Strategis

Sementara itu, Kepala Bidang Perencanaan, Pengendalian, dan Evaluasi Pembangunan Daerah Bappelitbangda Provinsi Sulawesi Selatan, Yanuar Fad, S.T., M.Si., yang hadir mewakili kepala badan, menegaskan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan instrumen penting untuk mengendalikan pelaksanaan pembangunan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bone atas dukungan fasilitas dalam pelaksanaan rapat koordinasi tersebut.

Menurut Yanuar, Monev berperan memastikan program berjalan sesuai perencanaan, mendeteksi hambatan sejak dini, serta memantau perkembangan fisik dan keuangan agar penggunaan sumber daya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Monitoring dan evaluasi bukan sekadar instrumen administratif atau formalitas, melainkan alat kendali untuk memantau kemajuan program, mengidentifikasi kendala sejak dini, serta memastikan setiap kegiatan berjalan sesuai target,” ujarnya.

Yanuar menambahkan, sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota sangat diperlukan untuk menyelaraskan kebijakan pembangunan, meningkatkan efektivitas penyerapan anggaran, serta mendukung pelaksanaan program prioritas Presiden Republik Indonesia.

Rapat koordinasi tersebut membahas empat agenda utama, yakni evaluasi indikator pembangunan daerah, penyelarasan prioritas pembangunan dengan arahan Presiden RI, identifikasi hambatan dan isu strategis, serta perumusan rencana tindak lanjut.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bone, H. Andi Yusuf, S.IP., M.H., turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam menyusun perencanaan, mengoptimalkan penggunaan anggaran, serta memastikan pembangunan Sulawesi Selatan berjalan efektif, merata, dan berkelanjutan.

Pesan yang mengemuka dari forum tersebut jelas: pembangunan bukan sekadar soal berapa besar anggaran yang dibelanjakan, melainkan seberapa tepat program direncanakan dan seberapa nyata manfaatnya dirasakan masyarakat. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *