Pj Sekda Bone Edy Saputra Syam: Pemuda Harus Bijak Bermedia Sosial, Berani Berinovasi, dan Cinta Produk Lokal

Hari Sumpah Pemuda

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si., memaknai Hari Sumpah Pemuda sebagai ajakan bagi generasi muda untuk menjadi pribadi yang produktif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA.ID – Peringatan Hari Sumpah Pemuda setiap 28 Oktober bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi momentum untuk memperkuat peran generasi muda dalam membangun bangsa melalui tindakan nyata, kreativitas, dan semangat persatuan.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, S.STP., M.Si., memaknai Hari Sumpah Pemuda sebagai ajakan bagi generasi muda untuk menjadi pribadi yang produktif, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Menurut Edy, tantangan pemuda saat ini tidak hanya berkaitan dengan persaingan dan kemajuan teknologi, tetapi juga bagaimana memanfaatkan peluang digital untuk menyebarkan kebaikan, melahirkan inovasi, dan memperkuat persatuan di tengah keberagaman.

Salah satu hal yang ditekankannya adalah pentingnya bijak dalam berdigital.

Di tengah derasnya arus informasi, pemuda diharapkan mampu menggunakan media sosial secara bertanggung jawab dengan menyebarkan informasi positif sekaligus menangkal berita bohong atau hoaks.

“Pemuda harus mampu menjadi pengguna teknologi yang cerdas dan bertanggung jawab. Jangan sampai media sosial justru menjadi sarana menyebarkan informasi yang belum tentu benar,” ucap Edy, Rabu (28 Oktober 2026).

Selain itu, Edy mendorong generasi muda untuk memperkuat kolaborasi dan inovasi.

Menurutnya, semangat kepemudaan harus diwujudkan melalui karya, prestasi, maupun usaha kreatif yang membawa manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat.

Pemuda tidak cukup hanya menjadi penonton perubahan. Mereka perlu mengambil bagian, mengembangkan potensi, serta membangun kerja sama untuk melahirkan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Pesan berikutnya adalah bangga menggunakan produk dalam negeri.

Edy mengajak generasi muda untuk mendukung dan memanfaatkan hasil karya anak bangsa sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas, kemampuan, serta daya saing produk lokal.

Dukungan terhadap produk dalam negeri dinilai dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat perekonomian sekaligus membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk terus berkembang.

Tak kalah penting, Edy menegaskan perlunya menjaga toleransi dan menghargai perbedaan. Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda melalui Sumpah Pemuda harus terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan, tempat kerja, maupun masyarakat.

Sikap saling menghormati, menolak diskriminasi, dan menerima keberagaman menjadi fondasi penting untuk menciptakan kehidupan sosial yang harmonis.

Momentum Hari Sumpah Pemuda, lanjut pesan tersebut, hendaknya menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan.

Dengan bijak bermedia sosial, berani berinovasi, mencintai produk dalam negeri, serta menjunjung tinggi toleransi, pemuda diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang lebih maju.

Semangat Sumpah Pemuda pun harus terus hidup, bukan hanya dalam ikrar dan peringatan setiap 28 Oktober, melainkan melalui karya dan tindakan nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *