BONE, NALARMEDIA.ID – Pagi belum terlalu tinggi ketika Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., (BupAAS) menyusuri lorong-lorong permukiman warga di Kelurahan Manurunge, Kecamatan Tanete Riattang, Jumat (30 Oktober 2026).
Namun, kegiatan pagi itu bukan sekadar olahraga untuk menjaga kebugaran. Di balik langkah kaki menyusuri lorong, ada pesan penting yang ingin ditanamkan: kebersihan lingkungan tidak boleh hanya menjadi kesibukan ketika daerah menghadapi penilaian Adipura.
Bersama Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bone, Edy Saputra Syam, Bupati mengajak masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan. Mereka menyasar sejumlah titik, mulai dari kawasan permukiman hingga lorong-lorong yang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga.
Tak hanya memberikan arahan, BupAAS juga ikut terlibat langsung dalam aksi bersih-bersih bersama masyarakat.
Pemandangan tersebut menjadi gambaran bahwa menjaga kebersihan bukan semata tugas petugas kebersihan atau pemerintah, melainkan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.
BupAAS: Jangan Bersih Hanya karena Adipura!
Dalam kesempatan itu, Andi Asman menegaskan bahwa gerakan menjaga kebersihan harus tumbuh dari kesadaran, bukan karena adanya penilaian atau perlombaan kebersihan antardaerah.
Menurutnya, lingkungan yang bersih akan memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat. Mulai dari kesehatan keluarga, kenyamanan tempat tinggal, hingga keindahan kawasan permukiman.
“Jangan hanya karena ada penilaian Adipura kita membersihkan lingkungan. Ini harus menjadi kebiasaan dan kesadaran kita bersama. Kebersihan lingkungan penting untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang sehat dan nyaman,” sebut Andi Asman Sulaiman.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa penghargaan Adipura seharusnya bukan satu-satunya alasan masyarakat menjaga kebersihan.
Jauh lebih penting adalah membangun kebiasaan baik agar lingkungan tetap bersih setiap hari, sekalipun tidak ada penilaian maupun pengawasan.
Dari Bersih-Bersih hingga Panen Sayuran
Ada hal menarik dalam kunjungan BupAAS kali ini. Setelah menyusuri lorong-lorong permukiman, rombongan melanjutkan kunjungan ke Lorong Bugis, Kelurahan Manurunge.
Di tempat tersebut, Bupati bersama rombongan melihat langsung pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya berbagai jenis sayuran. Bahkan, BupAAS turut melakukan panen sayuran yang tumbuh di kawasan lorong tersebut.
Aktivitas ini menjadi gambaran bahwa lorong permukiman tidak harus sekadar menjadi tempat lalu lalang warga. Dengan kreativitas dan kemauan bersama, ruang terbatas pun bisa disulap menjadi lahan produktif yang menghasilkan pangan bagi keluarga.
Pemanfaatan pekarangan seperti ini juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat.
Kehadiran Bupati di Lorong Bugis sekaligus memperlihatkan bahwa pembangunan lingkungan tidak cukup hanya dengan membuat kawasan terlihat indah. Lingkungan juga perlu produktif dan memberikan manfaat nyata bagi warganya.
Bone Bersih Harus Dimulai dari Rumah
Melalui kegiatan jalan pagi yang dirangkaikan dengan gotong royong tersebut, Pemerintah Kabupaten Bone ingin menumbuhkan kesadaran bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana.
Membuang sampah pada tempatnya, membersihkan saluran air, merawat tanaman, hingga memanfaatkan pekarangan merupakan kebiasaan kecil yang jika dilakukan bersama akan memberikan dampak besar.
Harapannya, semangat yang ditunjukkan di Kelurahan Manurunge dapat menular ke seluruh wilayah Kabupaten Bone.
Sebab, Bone yang bersih, sehat, asri, dan produktif tidak bisa dibangun hanya melalui program pemerintah. Dibutuhkan kepedulian dan keterlibatan masyarakat di setiap rumah, halaman, dan lorong permukiman.
Pada akhirnya, Adipura boleh menjadi target daerah. Namun, lingkungan yang bersih dan nyaman harus menjadi warisan kebiasaan bagi generasi mendatang. (red)















