“Jangan Ada Lagi Generasi yang Tertinggal” — Pesan Menyentuh BupAAS Saat Serahkan Bantuan untuk Keluarga Prasejahtera

Suasana haru menyelimuti wilayah kerja Kelurahan Manurungnge, Kecamatan Tanete Riattang, Kamis (11 Juni 2026), saat Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS) secara simbolis menyerahkan bantuan layanan rujukan bagi keluarga dalam mewujudkan Kesejahteraan Keluarga dan Perlindungan Anak (KG-PA).
banner 325x300

BONE, NALARMEDIA – Suasana haru menyelimuti wilayah kerja Kelurahan Manurungnge, Kecamatan Tanete Riattang, Kamis (11 Juni 2026), saat Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS) secara simbolis menyerahkan bantuan layanan rujukan bagi keluarga dalam mewujudkan Kesejahteraan Keluarga dan Perlindungan Anak (KG-PA).

Bantuan tersebut diberikan kepada keluarga yang telah melalui proses verifikasi data dan wawancara wajib.

Program ini diprioritaskan bagi masyarakat dengan taraf hidup terendah sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah pusat.

Di hadapan para penerima bantuan, BupAAS menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kehadiran pemerintah bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Ia menegaskan seluruh penerima telah melalui proses pendataan dan penilaian yang ketat.

“Hari ini kita menyerahkan bantuan karena ada data yang sudah diverifikasi dan telah dilakukan wawancara wajib untuk dibantu. Bantuan ini hanya diberikan pada tahapan taraf hidup keluarga terendah atau kalangan terendah yang ditetapkan dalam aturan pusat. Dilihat dari sisi kemampuan, warga ini masuk kategori wajib sebagai penerima bantuan,” ungkap BupAAS.

Namun lebih dari sekadar bantuan materi, Bupati Bone menitipkan pesan yang menyentuh tentang pentingnya pendidikan sebagai jalan keluar dari kemiskinan.

Menurutnya, bantuan yang diberikan hari ini harus menjadi langkah awal untuk mengubah masa depan keluarga penerima, terutama anak-anak mereka.

“Berharap dari tahapan ini kiranya tidak lagi ada generasi seperti ini, dengan cara anak-anak disekolahkan untuk mendapatkan ilmu. Para penerima bantuan ini tidak selalu berharap untuk mendapatkan bantuan, tapi kelak untuk berusaha sendiri,” tuturnya.

Pesan tersebut menggambarkan harapan besar pemerintah daerah agar anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan dan kehidupan yang lebih baik.

Bupati Andi Asman juga mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 700 warga Bone yang masuk kategori miskin ekstrem dan membutuhkan perhatian serius, khususnya dalam akses pendidikan.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Bone terus menghadirkan berbagai program pendidikan gratis, termasuk melalui Sekolah Rakyat dan SMA KKSS.

Melalui program tersebut, anak-anak dari keluarga prasejahtera diharapkan dapat terus bersekolah tanpa terbebani biaya, sehingga rantai kemiskinan yang selama ini membelenggu keluarga mereka dapat diputus.

Penyerahan bantuan KG-PA di Kelurahan Manurungnge menjadi bukti komitmen Pemkab Bone dalam memastikan perlindungan sosial berjalan tepat sasaran.

Lebih dari itu, program ini membawa harapan baru bahwa setiap anak Bone, tanpa memandang latar belakang ekonomi keluarganya, berhak memiliki mimpi dan masa depan yang lebih cerah. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *