BULUKUMBA, NALARMEDIA – Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, mengajak jajaran pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bulukumba untuk mengambil peran strategis dalam membuka pintu investasi seluas-luasnya demi mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.
Pesan tersebut disampaikan Andi Muchtar Ali Yusuf saat menghadiri pelantikan Pengurus Kadin Bulukumba Masa Bakti 2026–2031 yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Bulukumba, Jumat (12 Juni 2026).
Di hadapan ratusan pengurus dan pelaku usaha, bupati yang akrab disapa Andi Utta itu menegaskan bahwa investasi merupakan salah satu kunci utama dalam mendorong kemajuan daerah, khususnya di tengah persaingan ekonomi yang semakin dinamis.
“Saya titip agar pengurus Kadin Bulukumba bisa berperan maksimal, sehingga investasi dari luar bisa masuk,” ujar Andi Utta.
Menurutnya, pola investasi yang paling efektif untuk menggerakkan ekonomi daerah adalah investasi berbasis Business-to-Business (B2B) dibandingkan skema Government-to-Government (G2G). Skema tersebut dinilai lebih fleksibel dan tidak terlalu dibebani birokrasi yang berbelit.
Karena itu, Andi Utta juga mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar memberikan kemudahan bagi investor yang ingin menanamkan modal di Bulukumba.
“Jangan mempersulit perizinan investasi. Kita harus membuka ruang yang seluas-luasnya agar investor merasa nyaman berusaha di Bulukumba,” tegasnya.
Andi Utta menilai Bulukumba memiliki potensi besar yang belum tergarap secara maksimal, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, perikanan, kelautan hingga pariwisata. Salah satu sektor yang menurutnya memiliki peluang besar adalah pertanian berorientasi ekspor.
“Potensi pertanian kita luar biasa, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal. Karena itu, masyarakat perlu terus diedukasi agar bertani dengan orientasi pasar ekspor,” katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa keberhasilan ekspor harus didukung oleh tiga faktor utama, yakni kualitas, kuantitas, dan kontinuitas produk agar mampu bersaing di pasar internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Utta juga menyinggung sejumlah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto yang menurutnya akan membawa dampak positif bagi perekonomian nasional dalam jangka panjang.
Menutup sambutannya, Andi Utta menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus Kadin Bulukumba yang baru dilantik.
“Semoga pengurus Kadin Bulukumba dapat menjaga amanah dengan baik dan berdedikasi dalam memajukan dunia usaha di Bulukumba,” ujarnya.
Pada pelantikan tersebut, Syahruni Haris resmi dikukuhkan sebagai Ketua Umum Kadin Bulukumba Masa Bakti 2026–2031.
Pengusaha sekaligus Wakil Ketua DPRD Bulukumba itu dilantik oleh Harmansyah mewakili Ketua Umum Kadin Sulawesi Selatan.
Usai dilantik, Syahruni menerima Bendera Pataka Kadin sebagai simbol amanah untuk membesarkan organisasi dan memperkuat peran pengusaha di seluruh wilayah Bumi Panritalopi.
Acara tersebut juga dihadiri Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia, Sarman Simanjorang, yang menyebut pelantikan Kadin Bulukumba sebagai momen istimewa karena mendapat perhatian langsung dari jajaran pengurus pusat.
“Jarang pelantikan pengurus kabupaten/kota dihadiri Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia. Kami hadir untuk memberikan dukungan dan bersama-sama menyukseskan agenda Kadin Sulawesi Selatan,” kata Sarman.
Ia menegaskan bahwa Kadin memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam membangun ekonomi daerah karena merupakan organisasi pengusaha yang memiliki landasan hukum kuat melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987.
Sementara itu, Syahruni Haris menegaskan bahwa Kadin harus menjadi rumah besar bagi para pelaku usaha dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang adaptif dan inklusif.
Ia bahkan menjadikan sosok Andi Utta sebagai inspirasi bagi para pengusaha muda di Bulukumba.
“Pak Bupati membangun bisnis dari nol hingga sukses. Jabatan bupati hanyalah bonus, sementara pengabdian kepada masyarakat adalah tujuan utamanya,” ujar Syahruni.
Menurutnya, pelantikan pengurus baru bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal untuk memperkuat peran Kadin dalam menggerakkan investasi, menciptakan lapangan kerja, dan mendorong lahirnya pengusaha-pengusaha baru yang mampu membawa Bulukumba menjadi daerah yang lebih maju dan berdaya saing. (red)















