PT Vale Cetak 50 Duta Lingkungan Muda di Luwu Timur, Luncurkan Kelas Konservasi

Komitmen PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dalam membangun masa depan yang berkelanjutan kembali diwujudkan melalui peluncuran Kelas Konservasi, sebuah program pengembangan kapasitas yang dirancang untuk mencetak generasi muda sebagai penggerak pelestarian lingkungan.
banner 325x300

LUWU TIMUR, NALARMEDIA – Komitmen PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) dalam membangun masa depan yang berkelanjutan kembali diwujudkan melalui peluncuran Kelas Konservasi, sebuah program pengembangan kapasitas yang dirancang untuk mencetak generasi muda sebagai penggerak pelestarian lingkungan.

Program yang diluncurkan bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-58 PT Vale ini melibatkan 50 pelajar SMA/sederajat dari wilayah pemberdayaan perusahaan di Kabupaten Luwu Timur.

Kegiatan perdana digelar di Kawasan Agrowisata Nanas Pondata, Kecamatan Wasuponda, sebagai bagian dari investasi sosial jangka panjang perusahaan dalam menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan lingkungan.
Kelas Konservasi mengintegrasikan pembelajaran mengenai konservasi keanekaragaman hayati, perubahan iklim, rehabilitasi ekosistem, pengelolaan sampah berbasis ekosistem, hingga praktik pertambangan yang bertanggung jawab.

Tak hanya itu, para peserta juga dibekali kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kepenulisan, dan penyusunan proyek sosial yang diharapkan mampu melahirkan generasi muda dengan kepedulian sekaligus kemampuan menghadirkan solusi nyata bagi lingkungan.

Chief Sustainability & Corporate Affairs PT Vale Indonesia, Budiawansyah, menegaskan bahwa tantangan keberlanjutan saat ini tidak cukup dijawab melalui inovasi teknologi maupun kepatuhan terhadap regulasi semata.

Menurutnya, masa depan lingkungan sangat bergantung pada lahirnya generasi yang memiliki kesadaran, kepedulian, dan keberanian untuk menjadi agen perubahan.

“Output dari kegiatan ini adalah para siswa dapat menjadi duta lingkungan yang mandiri. Mereka tidak hanya belajar secara normatif di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tambahan mengenai pentingnya kepedulian terhadap lingkungan yang ditanamkan sejak awal. Kami berharap mereka mampu menjadi generasi muda yang memberikan contoh, gagasan, dan inspirasi bagi masyarakat maupun teman-teman sebayanya,” ujar Budiawansyah.

Ia menambahkan, Kelas Konservasi diharapkan menjadi legacy atau warisan berharga yang mampu menumbuhkan budaya konservasi sejak usia dini.

“Harapan kami sederhana, program ini menjadi sebuah legacy. Kepedulian terhadap upaya konservasi tidak dimulai ketika seseorang telah dewasa, tetapi dibangun sejak dini hingga menjadi bagian dari karakter. Masa remaja merupakan periode yang penuh kreativitas, semangat, dan keberanian untuk mencoba hal-hal baru. Karena itu, kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk belajar, berkreasi, dan berkontribusi bagi lingkungan mulai sekarang,” katanya.

Program ini akan berlangsung selama Juli hingga Oktober 2026 melalui kombinasi pembelajaran daring dan luring. Selama empat bulan, peserta akan mengikuti orientasi, kelas tematik, kunjungan lapangan, penyusunan mini project, pelatihan kepenulisan, hingga seminar akhir sebagai wadah mempresentasikan gagasan dan solusi atas berbagai persoalan lingkungan di wilayah masing-masing.

Proses pembelajaran diperkuat melalui kolaborasi dengan akademisi, praktisi, serta para ahli internal PT Vale. Sinergi tersebut diharapkan memberikan perspektif yang komprehensif mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.
Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Tabarano, Rimal Manukallo, yang menilai Kelas Konservasi menjadi ruang belajar yang sangat relevan bagi generasi muda.

“Program seperti ini sangat penting karena memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk belajar langsung tentang lingkungan dan konservasi. Harapannya, mereka dapat menjadi pelopor yang membawa perubahan positif di masyarakat, khususnya di Luwu Timur,” ujarnya.

Melalui inisiatif ini, PT Vale kembali menegaskan bahwa investasi pada keberlanjutan tidak hanya diwujudkan melalui perlindungan lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, tetapi juga melalui pembangunan kualitas manusia.

Sejalan dengan komitmen terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), Kelas Konservasi diharapkan mampu melahirkan generasi penggerak keberlanjutan yang menjadi duta lingkungan, memperkuat kolaborasi di tingkat komunitas, menginisiasi berbagai aksi konservasi, serta menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan di Luwu Timur. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *