SIDRAP, NALARMEDIA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menghadirkan inovasi bagi pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Talawe, Kecamatan Watang Sidenreng, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Kali ini, mahasiswa sukses merealisasikan program Re-Branding dan Pembuatan Identitas Visual (Logo) untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan daya saing produknya.
Program yang dilaksanakan pada Selasa (28 Juli 2026) tersebut merupakan bagian dari KKN Tematik yang mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 8, yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, sekaligus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif di tingkat desa.
Melalui program ini, mahasiswa berupaya meningkatkan nilai jual, daya tarik, serta citra produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang semakin kompetitif. Identitas visual yang profesional dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen dan memperkuat merek sebuah usaha.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan survei lapangan dan wawancara langsung bersama para pemilik UMKM untuk menggali karakter usaha, filosofi produk, serta nilai yang ingin ditampilkan dalam identitas merek.
Selanjutnya, mahasiswa menyusun konsep desain secara digital hingga menghasilkan logo baru yang mencerminkan karakter masing-masing usaha.
Setelah proses desain selesai, logo diserahkan kepada pelaku UMKM beserta panduan singkat mengenai penerapannya pada berbagai media promosi dan kemasan produk.
Program ini diharapkan mampu membantu para pelaku UMKM membangun citra usaha yang lebih modern, profesional, dan mudah dikenali oleh masyarakat maupun calon konsumen.
Selain meningkatkan aspek visual, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi pelaku usaha mengenai pentingnya branding dalam strategi pemasaran.
Dengan identitas visual yang kuat, produk lokal diharapkan memiliki nilai tambah dan peluang lebih besar untuk menembus pasar yang lebih luas.
Melalui inovasi tersebut, Mahasiswa KKN Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap UMKM di Desa Talawe tidak hanya berkembang dari sisi kualitas produk, tetapi juga memiliki identitas merek yang kuat sehingga mampu meningkatkan daya saing, memperluas pangsa pasar, dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa secara berkelanjutan. (rls/red)















