Makassar Coffee Fest 2026 Digelar di NIPAH PARK, Satukan Barista, Roastery hingga Pecinta Kopi

Aroma kopi dan geliat industri kreatif kembali memenuhi Kota Makassar. NIPAH PARK menjadi ruang pertemuan para pelaku industri kopi melalui Makassar Coffee Fest 2026, yang digelar selama lima hari, 16–20 September 2026.
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA – Aroma kopi dan geliat industri kreatif kembali memenuhi Kota Makassar. NIPAH PARK menjadi ruang pertemuan para pelaku industri kopi melalui Makassar Coffee Fest 2026, yang digelar selama lima hari, 16–20 September 2026.

Berpusat di Atrium Main Ground (LG) NIPAH PARK, festival ini mempertemukan berbagai elemen ekosistem kopi, mulai dari petani kopi lokal, barista profesional, pemilik coffee shop dan roastery, pelaku UMKM, hingga masyarakat dan pecinta kopi dari berbagai daerah.

Makassar Coffee Fest 2026 tidak sekadar menghadirkan pameran dan sajian kopi. Event tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi untuk berbagi pengetahuan, mengasah keterampilan, memperluas jejaring, sekaligus membuka peluang bisnis bagi para pelaku industri kopi lokal dan nasional.

Operational Manager NIPAH PARK, Andi Muhammad Imam Rafsanjani, mengatakan pihaknya mendukung penuh pelaksanaan festival tersebut karena NIPAH PARK dinilai tepat menjadi ruang temu bagi pelaku usaha dan masyarakat, khususnya dalam ekosistem kopi.

“Makassar Coffee Fest 2026 merupakan wujud nyata komitmen NIPAH PARK dalam mendukung pertumbuhan ekosistem industri kopi di Sulawesi Selatan. Kami ingin menjadikan NIPAH PARK sebagai ruang temu yang inklusif, tempat di mana pelaku bisnis dan masyarakat pecinta kopi dapat berkumpul, berkolaborasi, serta bertukar inspirasi untuk mendorong industri kopi lokal semakin maju,” ujarnya.

Adu Kreativitas Barista hingga Latte Art

Rangkaian kegiatan Makassar Coffee Fest 2026 dibuka dengan Makassar Barista Team Battle yang berlangsung selama tiga hari, 16–18 September 2026, mulai pukul 13.00 WITA hingga selesai.

Kompetisi beregu tersebut menguji kemampuan barista dalam bekerja sebagai sebuah tim. Peserta ditantang menunjukkan kekompakan, presisi, kecepatan, hingga konsistensi dalam menghasilkan sajian kopi berkualitas di tengah tekanan kompetisi.

Keseruan berlanjut pada Sabtu, 19 September 2026, melalui Fun Latte Art Throwdown 2026 Vol. 2 – Makassar.

Kompetisi ini menjadi panggung bagi para barista untuk menunjukkan kreativitas visual melalui seni latte art. Tidak hanya mengandalkan keterampilan teknis, peserta juga dituntut memiliki kreativitas dan ketelitian dalam menghasilkan karya di atas permukaan kopi.

Penilaian kompetisi melibatkan tiga juri profesional dari industri kopi, yakni Ghandy dari Missibu Roaster, Ibnu Araby, barista profesional sekaligus Co-Founder Kunawa Space, serta Usri Aziz, Founder Athyma Coffee Lab dan 1st Runner Up ILA Eastern Champion 2029.

Kompetisi tersebut juga menawarkan total hadiah jutaan rupiah bagi para peserta.

Dari Cerita Kedai hingga Strategi Bisnis

Masih pada Sabtu malam, festival menghadirkan sesi edukasi bisnis melalui talkshow interaktif bertajuk “Dibalik Cerita Toko Kopi Oma”.

Talkshow berlangsung pukul 19.00–21.00 WITA dengan menghadirkan Founder Toko Kopi Oma sebagai pembicara utama.

Dalam sesi tersebut, peserta akan diajak menyelami perjalanan membangun bisnis kedai kopi, termasuk bagaimana menciptakan identitas brand yang autentik serta mengelola operasional usaha di tengah persaingan industri kopi yang semakin dinamis.

Sesi ini diharapkan menjadi ruang berbagi pengalaman dan pengetahuan bagi pelaku usaha kopi, baik yang baru merintis bisnis maupun mereka yang telah menjalankan usaha secara profesional.

Puluhan Tenant Ramaikan Festival

Tak hanya kompetisi dan edukasi, Makassar Coffee Fest 2026 juga menghadirkan puluhan tenant yang menawarkan berbagai pilihan kopi dan kuliner.

Sejumlah nama yang turut meramaikan festival di antaranya Degrees Coffee, Kopiapi Coffee Roasters, Abialy Roastery, Nordu, Synthēsa, Triéra Coffee, Roastlab, Kopiogud, serta berbagai tenant lainnya.

Pengunjung juga dapat menikmati beragam makanan pendamping dari tenant seperti Pinch Bakes, Mad Matcha, Fry Day Potato, dan sejumlah pilihan kuliner lainnya.

Kehadiran puluhan tenant tersebut membuat festival menjadi ruang interaksi yang tidak hanya mempertemukan penikmat kopi dengan produk-produk lokal, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk dan membangun jaringan dengan konsumen maupun sesama pelaku usaha.

Andi Muhammad Imam Rafsanjani mengajak masyarakat Makassar dan pecinta kopi dari berbagai daerah untuk turut meramaikan festival tersebut.

“Kami senang dapat berkolaborasi dengan pelaku usaha di bidang kopi dan seluruh mitra pendukung dalam menghadirkan event ini. Kami mengundang seluruh masyarakat Kota Makassar dan penikmat kopi dari berbagai daerah untuk datang dan merayakan ragam cita rasa serta karya terbaik industri kopi kita di NIPAH PARK,” katanya.

Melalui Makassar Coffee Fest 2026, kolaborasi antara NIPAH PARK dan para pelaku usaha kopi diharapkan dapat memperkuat rantai nilai industri kopi dari hulu hingga hilir.

NIPAH PARK juga menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang-ruang kolaboratif yang dapat menjadi wadah tumbuhnya UMKM sekaligus mendorong perkembangan ekonomi kreatif di Sulawesi Selatan.

Dengan perpaduan kompetisi, edukasi, jejaring bisnis, serta ragam sajian kopi dan kuliner, Makassar Coffee Fest 2026 menjadi salah satu ruang bagi pelaku industri untuk bertemu, berkarya, dan memperkenalkan potensi kopi kepada masyarakat luas. (rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *