MAKASSAR, NALARMEDIA — Ada kekalahan yang menyisakan luka, tetapi ada pula kekalahan yang menjadi tanda bahwa sebuah tim sedang tumbuh.
Hal itulah yang tergambar dari perjalanan SMA YPS Sorowako di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sulawesi.
Di tangan pelatih Kurniawan Hazairin, SMA YPS Sorowako perlahan menjelma menjadi salah satu tim yang patut diperhitungkan.
Meski harus angkat koper setelah kalah tipis dari SMAN 9 Makassar, fondasi pembinaan bola basket yang dibangun Kurniawan mulai menunjukkan hasil dari generasi muda di Luwu Timur (Lutim).
SMA YPS Sorowako harus mengakui keunggulan SMAN 9 Makassar dengan skor tipis 28-30 dalam laga sengit yang berlangsung di GOR UMI, Makassar, Sabtu (19 September 2026).
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal. YPS Sorowako bahkan mampu menunjukkan permainan disiplin dan konsisten dengan mengamankan keunggulan pada dua kuarter pertama.
Pada kuarter pertama, YPS Sorowako unggul 13-9. Momentum tersebut berhasil dipertahankan hingga kuarter kedua dengan skor 19-17.
Memasuki kuarter ketiga, tensi pertandingan semakin meningkat. Kedua tim tampil ngotot dan saling berbalas serangan. Tidak ada yang mampu menjauhkan skor hingga kuarter tersebut ditutup dengan kedudukan 22-22.
Drama kemudian terjadi pada kuarter penentuan.
YPS Sorowako yang tampil penuh determinasi harus kehilangan keunggulan pada menit-menit terakhir.
Dalam waktu kurang dari satu menit sebelum pertandingan berakhir, SMAN 9 Makassar berhasil mencuri dua poin yang mengubah jalannya pertandingan.
Peluit panjang akhirnya berbunyi dengan skor 30-28 untuk kemenangan SMAN 9 Makassar.
Kekalahan tipis tersebut sekaligus kembali menjadi gambaran betapa kompetitifnya YPS Sorowako.
Dalam dua edisi keikutsertaannya di Honda DBL South Sulawesi, tim ini kembali harus tersingkir setelah pertandingan berlangsung ketat hingga penghujung laga.
Namun, di balik hasil tersebut, ada proses panjang yang sedang dibangun.
Kurniawan Hazairin dikenal sebagai pelatih yang piawai dalam membentuk dan mengorbitkan pemain-pemain muda. Sentuhan tangan dinginnya mulai terlihat dari perkembangan permainan YPS Sorowako yang mampu memberikan perlawanan sengit terhadap tim-tim asal Makassar.
Bukan sekadar mengejar kemenangan, Kurniawan tampaknya sedang membangun karakter dan mental bertanding para pemain muda YPS Sorowako agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Usai pertandingan, Kurniawan tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya.
Menurutnya, anak asuhnya telah menunjukkan perjuangan maksimal sepanjang pertandingan.
“Anak-anak sudah bermain dengan baik. Mereka sudah berjuang sampai akhir,” sebut Kurniawan.
Ia pun meyakini perjalanan YPS Sorowako belum berakhir. Kekalahan tipis tersebut justru menjadi bahan evaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
“Ke depan kami akan tampil lebih baik lagi,” lanjutnya.
Dengan fondasi pembinaan yang terus dibangun, YPS Sorowako kini tidak lagi datang ke panggung Honda DBL hanya sebagai pelengkap. Permainan mereka menunjukkan bahwa tim dari Sorowako tersebut mampu membuat lawan harus bekerja keras hingga detik-detik terakhir.
Sementara itu, kemenangan atas YPS Sorowako membawa SMAN 9 Makassar melangkah ke pertandingan berikutnya.
SMAN 9 Makassar selanjutnya akan berhadapan dengan SMAN 14 Makassar dalam lanjutan Honda DBL with Kopi Good Day 2026 South Sulawesi.
Pertandingan tersebut dipastikan kembali menjadi ujian bagi SMAN 9 Makassar untuk menjaga momentum di panggung basket pelajar terbesar di Sulawesi Selatan. (red)















