Desainer Makassar Bidik Panggung Nasional! Dispar Dukung APPMI Sulsel Tembus Indonesia Fashion Week 2027

Audiensi APPMI Sulawesi Selatan bersama Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar yang berlangsung di Ruang Rapat Kepala Dispar Kota Makassar, Kamis (8 Oktober 2026).
banner 325x300

MAKASSAR, NALARMEDIA.ID – Karya desainer lokal Sulawesi Selatan berpeluang mencuri perhatian di panggung fesyen nasional. Asosiasi Pengusaha Perancang Mode Indonesia (APPMI) Sulawesi Selatan mulai mematangkan langkah untuk berpartisipasi dalam Indonesia Fashion Week (IFW) 2027, dengan membuka peluang kolaborasi bersama Dinas Pariwisata Kota Makassar.

Langkah tersebut mengemuka dalam audiensi APPMI Sulawesi Selatan bersama Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar yang berlangsung di Ruang Rapat Kepala Dispar Kota Makassar, Kamis (8 Oktober 2026).

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membahas peluang promosi karya perancang lokal sekaligus memperluas pasar industri fesyen daerah melalui salah satu ajang fesyen nasional bergengsi di Indonesia.

Rombongan APPMI Sulawesi Selatan diterima langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, bersama perwakilan Bidang Ekonomi Kreatif dan pejabat fungsional.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak mendiskusikan peluang sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri fesyen untuk mendorong kreativitas lokal agar semakin dikenal dan mampu bersaing di tingkat nasional.

Bukan sekadar memamerkan koleksi busana, keikutsertaan dalam IFW 2027 juga dipandang sebagai kesempatan untuk memperluas jejaring bisnis, memperkenalkan identitas daerah, serta membuka akses pemasaran bagi produk fesyen karya anak bangsa.

Dispar Makassar Buka Peluang Kolaborasi

Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Achmad Hendra Hakamuddin, menyambut baik audiensi tersebut. Menurutnya, komunikasi dan kolaborasi dengan komunitas serta asosiasi profesi menjadi bagian penting dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif daerah.

Ia menilai, pelaku industri kreatif membutuhkan ruang promosi dan dukungan jejaring agar karya yang dihasilkan memiliki kesempatan menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kolaborasi dengan pelaku ekonomi kreatif menjadi bagian penting dalam upaya memperkenalkan potensi dan karya lokal Makassar kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Dukungan terhadap pengembangan industri fesyen diharapkan dapat memperkuat peran Makassar sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi kreatif di kawasan Indonesia Timur.

Melalui sinergi tersebut, potensi para perancang mode lokal diharapkan tidak hanya berkembang di pasar regional, tetapi juga memiliki peluang untuk memasuki ekosistem industri fesyen nasional.

Kekayaan Budaya Sulsel Bisa Jadi Identitas Fesyen

Sulawesi Selatan memiliki kekayaan budaya yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengembangan industri fesyen. Karakter kain tradisional, ragam motif, nilai budaya, hingga identitas masyarakat dapat diolah menjadi desain modern yang memiliki ciri khas tersendiri.

Potensi tersebut membuka kesempatan bagi para desainer untuk menghadirkan karya yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga membawa cerita dan identitas daerah.

Perpaduan unsur tradisional dengan pendekatan desain kontemporer dapat menjadi salah satu daya tarik produk fesyen lokal ketika diperkenalkan kepada pasar nasional.

Namun, potensi budaya tersebut perlu didukung kualitas produksi, kreativitas desain, konsistensi merek, serta strategi pemasaran yang tepat agar mampu meningkatkan nilai jual produk.

Karena itu, Indonesia Fashion Week 2027 dapat menjadi salah satu momentum bagi pelaku fesyen Sulawesi Selatan untuk memperkenalkan karakter karya mereka sekaligus membangun hubungan dengan calon mitra usaha.

IFW 2027 Bukan Sekadar Panggung Peragaan Busana

Indonesia Fashion Week merupakan ajang pengembangan industri fesyen yang juga berorientasi pada perdagangan atau trade event. Platform ini memberikan ruang bagi pelaku industri untuk memperluas jaringan profesional, memperkenalkan produk, dan menjajaki peluang bisnis.

Bagi desainer daerah, partisipasi dalam ajang berskala nasional dapat menjadi pintu masuk untuk meningkatkan pengenalan merek di luar wilayah asal.

Peluang tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mempertemukan karya perancang dengan calon pembeli, mitra distribusi, pelaku usaha, serta berbagai pihak yang berperan dalam rantai industri fesyen.

Dengan persiapan yang matang, keikutsertaan APPMI Sulawesi Selatan di IFW 2027 diharapkan tidak berhenti pada penampilan koleksi, tetapi juga menghasilkan peluang usaha yang berkelanjutan.

Industri Fesyen Berpotensi Gerakkan Ekonomi Lokal

Pengembangan industri fesyen memiliki dampak ekonomi yang lebih luas dibandingkan sekadar aktivitas perancangan dan penjualan pakaian.

Sektor ini melibatkan berbagai pelaku usaha, mulai dari desainer, penjahit, pengrajin, pemasok bahan, pelaku UMKM, hingga tenaga kerja di bidang produksi dan pemasaran.

Semakin luas pasar yang dijangkau, semakin besar pula peluang terciptanya aktivitas ekonomi baru bagi para pelaku usaha yang terlibat dalam rantai industri tersebut.

Atas dasar itu, penguatan industri fesyen dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi kreatif Kota Makassar, terutama dalam menciptakan produk bernilai tambah yang bersumber dari kreativitas dan kekayaan budaya daerah.

Dispar Kota Makassar melalui Bidang Ekonomi Kreatif juga terus membuka ruang komunikasi dengan para pelaku industri untuk mengidentifikasi peluang kolaborasi yang dapat mendukung pengembangan usaha dan promosi karya lokal.

Audiensi bersama APPMI Sulawesi Selatan menjadi salah satu langkah untuk menyelaraskan potensi pelaku fesyen dengan upaya pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif.

Ke depan, kolaborasi pemerintah daerah dan asosiasi profesi diharapkan dapat membantu para desainer mempersiapkan karya, memperluas jejaring, serta meningkatkan daya saing menghadapi pasar yang semakin kompetitif.

Melalui rencana partisipasi dalam Indonesia Fashion Week 2027, karya desainer Sulawesi Selatan diharapkan memperoleh panggung promosi yang lebih luas. Kreativitas lokal pun berpeluang menjadi kekuatan baru untuk memperkenalkan identitas Makassar sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. (ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *