129 Kambing DAM Jamaah Haji Bulukumba Disembelih, BAZNAS Salurkan Berkah untuk Santri dan Panti Asuhan

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bulukumba kembali menghadirkan manfaat nyata dari pelaksanaan ibadah haji. Sebanyak 129 ekor kambing DAM milik jamaah haji asal Bulukumba Tahun 1447 H/2026 M disembelih dan akan didistribusikan kepada pondok pesantren serta panti asuhan di Kabupaten Bulukumba.
banner 325x300

BULUKUMBA, NALARMEDIA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bulukumba kembali menghadirkan manfaat nyata dari pelaksanaan ibadah haji. Sebanyak 129 ekor kambing DAM milik jamaah haji asal Bulukumba Tahun 1447 H/2026 M disembelih dan akan didistribusikan kepada pondok pesantren serta panti asuhan di Kabupaten Bulukumba.

Prosesi penyembelihan berlangsung di Balai Ternak Samaturue, Desa Taccorong, Kecamatan Gantarang, Kamis (11 Juni 2026), dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Bulukumba Muh Ali Saleng, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bulukumba Dr. Abdul Hakim Bohari, serta jajaran pimpinan BAZNAS Bulukumba.

Sebanyak 129 kambing tersebut merupakan hewan DAM dari 129 jamaah haji asal Bulukumba yang menunaikan kewajiban syariat dalam rangka penyempurnaan ibadah hajinya.

Dalam sambutannya, Sekda Bulukumba Muh Ali Saleng menyampaikan apresiasi kepada BAZNAS Bulukumba yang dipercaya mengelola dan mendistribusikan daging DAM jamaah haji kepada masyarakat yang membutuhkan.

Ia berharap amanah tersebut dijalankan secara profesional, transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan syariat Islam sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para penerima manfaat.

“Penyembelihan hewan DAM tidak hanya menjadi bagian dari penyempurnaan ibadah haji, tetapi juga merupakan bentuk kepedulian sosial yang menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

Daging hasil penyembelihan 129 ekor kambing tersebut selanjutnya akan disalurkan ke sejumlah pondok pesantren dan panti asuhan di Kabupaten Bulukumba.

Penyaluran ini diharapkan dapat membantu kebutuhan para santri dan anak-anak panti asuhan sekaligus menjadi amal jariyah serta keberkahan bagi para jamaah haji yang telah menunaikan kewajiban DAM.

Muh Ali Saleng menilai kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bagaimana pelaksanaan ibadah tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat luas.

“Kegiatan ini menjadi contoh bagaimana ibadah dapat menghadirkan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” ungkapnya.

Selain memberikan manfaat bagi kelompok penerima, pelaksanaan penyembelihan yang dipusatkan di Balai Ternak Samaturue juga turut mendukung pengembangan peternakan lokal dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Langkah ini sejalan dengan upaya memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pemanfaatan potensi daerah.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan masyarakat, program pengelolaan DAM diharapkan terus memberikan manfaat yang lebih luas serta menjadi instrumen kepedulian sosial yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, hewan DAM merupakan hewan yang disembelih sebagai bentuk kewajiban atau tebusan dalam pelaksanaan ibadah haji dan umrah akibat kondisi tertentu yang diatur dalam syariat Islam. Dalam beberapa tahun terakhir, pengelolaan DAM dapat dilakukan di negara asal jamaah melalui mekanisme yang diatur pemerintah, sehingga manfaat dagingnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan di Indonesia.

Dengan pengelolaan yang tepat, ibadah haji tidak hanya menghadirkan kesempurnaan spiritual bagi jamaah, tetapi juga menebarkan keberkahan dan kepedulian sosial bagi sesama. (rls/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *