Alasan BupAAS Terima Penghargaan PGRI Sulsel di Porsenijar 2026

Kontingen PGRI Bone 6.442 Peserta

Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), terima penghargaan di sela-sela pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang dipusatkan di Stadion Ganggawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (2 Juli 2026).
banner 325x300

SIDRAP, NALARMEDIA — Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M. (BupAAS), menghadiri pembukaan dan devile Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) PGRI Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2026 yang dipusatkan di Stadion Ganggawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Kamis (2 Juli 2026).

Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan yang berlangsung pada 2–6 Juli 2026 tersebut menjadi salah satu ajang terbesar bagi keluarga besar PGRI di Sulawesi Selatan.

Sebanyak 6.442 peserta dari berbagai kabupaten dan kota ambil bagian dalam beragam cabang perlombaan, mulai dari olahraga, seni, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), hingga inovasi pembelajaran.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Sulawesi Selatan, H. Andi Sudirman Sulaiman, S.T., dan dihadiri para kepala daerah, jajaran pengurus PGRI, unsur Forkopimda, serta ribuan peserta kontingen dari seluruh Sulawesi Selatan.

Suasana pembukaan berlangsung semarak dengan devile kontingen yang menampilkan semangat sportivitas, persaudaraan, dan kebersamaan.

Ribuan peserta memadati Stadion Ganggawa dengan penuh antusias, menjadikan ajang ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi di kalangan insan pendidikan.

Pada momentum tersebut, Bupati Bone menerima Penghargaan dari PGRI Provinsi Sulawesi Selatan sebagai bentuk apresiasi atas jasa, perhatian, dan dukungannya terhadap organisasi PGRI, khususnya dalam mendorong peningkatan profesionalisme, kesejahteraan, serta perlindungan bagi para guru.

Penghargaan tersebut menjadi pengakuan atas komitmen Pemerintah Kabupaten Bone di bawah kepemimpinan Andi Asman Sulaiman dalam memajukan dunia pendidikan melalui berbagai kebijakan yang berpihak kepada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan peran guru sebagai garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Bagi Pemerintah Kabupaten Bone, guru bukan hanya pendidik di ruang kelas, tetapi juga aktor utama dalam membentuk karakter, moral, dan daya saing generasi penerus. Karena itu, dukungan terhadap kesejahteraan dan pengembangan kompetensi guru menjadi bagian penting dari pembangunan daerah.

Keikutsertaan Kabupaten Bone dalam Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan 2026 juga menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam mendukung setiap ruang yang mampu meningkatkan prestasi, kreativitas, dan kolaborasi di lingkungan pendidikan.

Melalui ajang ini diharapkan semangat kebersamaan, sportivitas, inovasi, dan dedikasi para insan pendidikan terus terpelihara, sehingga mampu melahirkan generasi yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing untuk mewujudkan kemajuan Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Bone.

BupAAS membakar motivasi seluruh peserta dengan kalimat yang disambut tepuk tangan meriah.

“Kasih bergetar di Sidrap,” seru BupAAS.

BupAAS menegaskan bahwa seluruh peserta harus tampil dengan penuh kesungguhan, menjunjung sportivitas, dan menunjukkan kemampuan terbaik di setiap cabang yang dipertandingkan.

Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kekompakan seluruh kontingen.

“Berjuanglah dengan sungguh-sungguh, tampil percaya diri, dan raihlah prestasi terbaik. Kekompakan adalah kunci untuk menjadi juara. Bawa nama baik Kabupaten Bone dan tunjukkan bahwa kita mampu bersaing dengan daerah lain,” pesannya.

Bupati Bone juga berharap keikutsertaan dalam PORSENIJAR tidak sekadar mengejar kemenangan, tetapi menjadi ajang mempererat silaturahmi, meningkatkan kreativitas, sekaligus memperkuat profesionalisme guru melalui olahraga, seni, dan inovasi pembelajaran.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Bone, Muhammad Rusdi, mengungkapkan bahwa kontingen Bone datang dengan kekuatan besar setelah melalui proses seleksi yang ketat.

Sebanyak 6.442 peserta akan mengikuti berbagai cabang yang diperlombakan, meliputi olahraga, seni, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), hingga inovasi pembelajaran.

“Seluruh peserta telah melalui seleksi yang ketat dan siap mengharumkan nama Kabupaten Bone. Target kami adalah masuk tiga besar, bahkan meraih prestasi sebagai juara umum,” ujar Rusdi optimistis.

Dengan persiapan yang matang serta dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Bone, kontingen PGRI Bone optimistis mampu memberikan penampilan terbaik di ajang bergengsi tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tersebut. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *